oleh

Melawan Petugas, Residivis Curanmor Dihadiahi Timah Panas di Betis

benuanta.co.id, BULUNGAN – Satuan Reskrim Polres Bulungan berhasil mengungkap kasus pencurian motor yang belakangan ini cukup meresahkan masyarakat. Setidaknya ada 8 motor yang diamankan dari beberapa lokasi kejadian.

“Ini dilakukan penangkapannya di dua tempat yang berbeda, pertama di Tarakan yang kedua di Berau,” ungkap Kapolres Bulungan AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar kepada benuanta.co.id, Rabu (18/8/2021).

Dia menjelaskan bahwa tersangka RE (25) yang diamankan di Tarakan telah beraksi sebanyak 5 kali sejak Mei, Juni hingga Juli 2021 di Bulungan. Polisi yang memburu hingga 14 Agustus 2021 lalu berhasil membekuk di rumah pelaku yang berada di Jalan Diponegoro, Kelurahan Sebengkok Kota Tarakan.

Baca Juga :  Gawat! 50 Gram Sabu Ditemukan di Lapas Tarakan

“Hasil pengembangan terhadap RE itu telah melakukan Curanmor sebanyak 5 kali, yang berhasil diamankan ada 2 unit motor,” jelasnya.

Sementara satu orang pelaku lagi yakni AC (36) juga berhasil diringkus Polisi di Kabupaten Berau, dari tangannya diamankan 5 unit motor berbagai tipe dan telah dibawa ke Polres Bulungan.

“Karena telah melakukan juga Curanmor di Berau, saat ini AC dilakukan penahanan oleh Polres Berau,” ujarnya.

Saat pengembangan kasus di Tarakan, tersangka RE meminta izin untuk membuang air kecil. Petugas pun mendampinginya turun dari mobil, namun saat itu tersangka melakukan perlawanan dengan menendang dan memukul petugas. Alhasil, Polisi pun memberikan hadiah berupa timah panas pada betis pelaku.

Baca Juga :  Lupa Cabut Kunci, Motor Matic Ini Raib di Teras Pemilik

“Akhirnya petugas kami berikan tindakan terukur kepada tersangka. Dari perbuatan pelaku kita jerat dengan Pasal 362 Juncto Pasal 65 KUHP,” terangnya.

Sedangkan sisa motor pun kini dalam penyelidikan petugas, pasalnya dari pengakuan para tersangka motor hasil curian itu dijual ke Kota Samarinda Provinsi Kaltim.

“Motifnya tersangka melakukan pencurian untuk mengambil keuntungan dari hasil penjualan tersebut,” bebernya.

Baca Juga :  Kabur ke Kalbar, Ini Kronologi Penangkapan Pelaku Pengeroyokan dan Penikaman di THM

Tak hanya itu, tersangka RE juga ternyata residivis ulung kasus penganiayaan dan 3 kali kasus Curanmor. Setelah menjalani hukuman, RE pun dibebaskan April tahun 2020 lalu.

Perwira melati dua ini pun menambahkan modus operandi yang dilakukan pelaku yakni pengambil kesempatan ketika ada motor yang terparkir. Kemudian yang paling banyak adalah motor yang kunci kontaknya masih menempel.

“Saya lihat ada kelalaian masyarakat, maka harus berhati-hati. Saat memarkirkan motor selain pakai kuncinya ditambah kunci pengaman lain,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor : Yogi Wibawa/Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *