benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Komisi VII, Rahmawati mengajak masyarakat memaknai Hari Raya Idul Adha sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong demi kemajuan Kalimantan Utara (Kaltara).
Menurutnya, Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya saling membantu dan peduli terhadap sesama, terlebih di tengah kondisi dunia yang saat ini masih menghadapi berbagai tantangan dan konflik.
“Mudah-mudahan di momen Idul Adha ini kita semua bisa sama-sama gotong royong untuk Kalimantan Utara yang lebih baik dan lebih maju lagi, baik di bidang UMKM, pembangunan infrastruktur, maupun sektor lainnya,” ujar Rahmawati, Rabu (27/5/2026).
Ia juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Kaltara yang pada Hari Raya Idul Adha tahun ini menyalurkan puluhan bantuan sapi kurban ke berbagai kabupaten dan kota di Kaltara agar masyarakat dapat ikut merasakan suasana hari raya.
Selain itu, Rahmawati mengaku turut menyalurkan bantuan sapi kurban ke sejumlah wilayah, khususnya di Sebatik, yang diperuntukkan bagi buruh pelabuhan, pondok pesantren, masjid, hingga masyarakat di kawasan padat penduduk.
“Bantuan sapi dari saya dibagikan untuk masyarakat yang membutuhkan, termasuk buruh pelabuhan dan pondok pesantren supaya mereka juga bisa menikmati suasana Hari Raya Idul Adha,” katanya.
Ia berharap pembagian hewan kurban tersebut dapat membawa kebahagiaan bagi masyarakat sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga melalui kebersamaan saat proses pemotongan hingga pembagian daging kurban.
“Bagaimana mereka bersama-sama ke masjid, melihat pemotongan sapi, lalu ada pembagian daging. Itu menjadi kebersamaan yang sangat baik di momen Idul Adha,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Rahmawati juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga ketahanan ekonomi keluarga dengan memanfaatkan lahan kosong untuk bercocok tanam. Menurutnya, langkah kecil tersebut dapat membantu kebutuhan rumah tangga sekaligus menambah penghasilan masyarakat.
“Kita tahu sekarang dunia sedang mengalami krisis dan banyak konflik di luar negeri. Kalau ada lahan kosong bisa dimanfaatkan untuk menanam. Selain untuk kebutuhan rumah, hasilnya juga bisa membantu ekonomi keluarga,” tutupnya. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







