Antisipasi Server Down saat SPMB, Disdikbud Kaltara Koordinasi dengan Telkom dan Siapkan Genset

benuanta.co.id, TARAKAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mulai melakukan berbagai langkah antisipasi untuk memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 berjalan lancar, terutama menghindari gangguan server maupun kendala jaringan internet saat proses pendaftaran online berlangsung.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Utara, Hasanuddin, S.Pd., M.Si., mengungkapkan kesiapan teknis menjadi perhatian penting mengingat seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring dan diperkirakan diakses secara bersamaan oleh ribuan calon peserta didik.

Menurutnya, salah satu antisipasi utama yang dilakukan ialah memastikan kestabilan server yang ditempatkan di lingkungan Kominfo Provinsi Kaltara. Selain itu, fasilitas cadangan listrik juga telah disiapkan untuk mengantisipasi pemadaman.

“Yang pertama mudah-mudahan tidak mati lampu. Karena server kami ada di Kominfo provinsi dan di sana juga ada genset. Insya Allah aman,” ungkapnya, Rabu (27/5/2026).

Ia mengakui, gangguan teknis yang paling rawan terjadi saat pelaksanaan pendaftaran biasanya berasal dari pemadaman listrik maupun lonjakan akses pengguna dalam waktu bersamaan. Namun pihaknya optimistis sistem tetap dapat berjalan normal.

Hasanuddin menjelaskan, pihak sekolah di masing-masing kabupaten dan kota juga telah diminta berkoordinasi dengan penyedia layanan internet maupun pihak Telkom di wilayah masing-masing. Langkah itu dilakukan agar kualitas jaringan tetap stabil ketika proses pendaftaran dimulai.

“Koordinasi itu dilakukan per cabang masing-masing. Ada cabang Tarakan, Malinau, Nunukan dan lainnya, mereka berkoordinasi langsung dengan pihak terkait di daerah,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat tidak terburu-buru mengakses sistem pada menit-menit awal pembukaan pendaftaran. Sebab proses seleksi SPMB tidak menggunakan sistem siapa cepat dia dapat, melainkan berdasarkan mekanisme penilaian yang telah diatur.

“Ini bukan dulu-duluan mendaftar. Semua ada mekanismenya dan ada penilaiannya,” terangnya.

Dalam sistem seleksi tersebut, kata Hasanuddin, domisili bukan menjadi satu-satunya penentu diterima atau tidaknya calon siswa. Beberapa komponen lain seperti nilai hingga usia juga menjadi bagian penilaian.

“Contohnya domisili itu ada nilainya, lalu baru jarak, kalau masih sama baru usia,” tambahnya.

Disdikbud Kaltara dijadwalkan mulai melaksanakan uji coba aplikasi dan website SPMB pada awal Juni 2026 atau sekitar satu minggu sebelum pelaksanaan resmi. Tahapan uji coba itu dilakukan agar masyarakat, orang tua maupun siswa dapat mencoba sistem sekaligus membantu mendeteksi kekurangan aplikasi sebelum digunakan penuh saat pendaftaran resmi.

“Uji coba pasti kami laksanakan beberapa hari supaya masyarakat bisa mencoba aplikasi kami dan kami bisa melihat kekurangannya,” tandasnya.

Seluruh data hasil uji coba nantinya akan dihapus pada 16 Juni 2026 untuk persiapan pembukaan resmi SPMB yang dijadwalkan dimulai pada 17 Juni 2026 pukul 01.00 WITA melalui website spmb.kaltaraprov.co.id. (adv)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *