oleh

Serba Keterbatasan, Pertamina EP Bantu Sekolah Adat Punan Semeriot

TARAKAN – PT. Pertamina EP Asset 5 Tarakan Field memberikan perhatian lebih pada dunia pendidikan di Kalimantan Utara. Sukses membina Sekolah Tapal Batas di Sebatik Kabupaten Nunukan, PT. Pertamina EP Field Tarakan ekspansi program Corporate Social Reponsibility (CSR) ke Sekolah Adat Punan Semeriot, yang berada di Desa Ujang RT 003 Kecamatan Sekatak Kabupaten Bulungan.

Sekolah Adat Punan Semeriot termasuk wilayah terluar, terdepan dan tertinggal (3T) di Provinsi Kaltara. Letaknya tergolong masih pedalaman karena berada di Hulu Sungai Bulusu bahkan lokasi ini sulit dijangkau.

Butuh waktu sekitar 8 jam dari Tarakan, 4 jam perjalanan menuju ke Sekatak, dilanjutkan dengan menggunakan perahu ketinting selama 4 jam untuk bisa sampai di Semeriot. Tak mudah bagi perwakilan PT. Pertamina EP Asset 5 Field Tarakan menjangkau lokasi tersebut.

Perlu diketahui, Sekolah Adat Punan Semeriot belum memiliki sarana dan prasarana penunjang pendidikan yang layak. Belum memiliki bangunan yang permanen untuk kegiatan belajar mengajar, apalagi listrik dan jaringan telekomunikasi, belum ada sama sekali. Untuk mendapatkan sumber energi listrik sebagai pendukung aktivitas pendidikan, menggunakan mesin genset sebagai sumber penerangan.

Baca Juga :  Melarikan Diri, Pasien PDP Ini Dijemput Paksa Petugas di Kediamannya di Jembatan Bongkok

Relawan pendidikan yang peduli dengan anak bangsa, yaitu Sri Tiawati mendirikan sekolah ini pada 12 Desember 2015 dan diresmikan oleh pemerintah daerah setahun kemudian.

Menurut Sukhet, sapaan akrabnya, pertemuan pertamanya dengan anak-anak Semeriot berawal saat dari kegiatan pemetaan wilayah adat yang dirinya lakukan di daerah tersebut.

“Jadi, saat itu saya merasa prihatin karena anak-anak disana tidak ada yang bisa membaca dan menulis apalagi menempuh pendidikan secara formal,” ungkapnya.

Sukhet menerapkan sistem pendidikan berbasis alam dan kearifan lokal. Selain pelajaran pokok membaca dan menulis, anak-anak juga dikenalkan dengan alam sekitar yang menjadi tempat tinggal mereka.

Jumlah murid terbilang banyak yakni 105 anak, namun yang rutin hadir hanya 20 anak saja karena sebagian besar ikut orang tua mengurusi ladang sebagai sumber penghidupan warga setempat.

Rombongan PT. Pertamina EP Asset 5 Tarakan Field berkesempatan melihat kegiatan belajar mengajar di Sekolah Adat Punan Semeroit pada Rabu 19 Februari 2020. Tetua masyarakat setempat, Gading menyambut kedatangan perwakilan PT Pertamina EP bahkan bermalam di kediamannya.

Baca Juga :  Mengklaim Dukungan, Postingan Ketua Tim Iraw Bakal Diantar ke Ranah Hukum

“Kegiatan kita selama di rumah bapak Gading karena memang belum ada ruangan khusus untuk belajar mengajar, kita memberikan bantuan berupa buku pelajaran, ensiklopedia anak-anak, dan pakaian,” jelas Tarakan Legal & Relation Assistant Manager, Anton Humala Doloksaribu.

Tidak hanya itu, kata Anton, rombongan juga mengajarkan anak-anak di Sekolah Adat Punan Semeriot membaca, menulis hingga bercerita. Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk kontribusi PT. Pertamina EP Asset 5 Tarakan Field dalam bidang pendidikan.

“Dari hasil kunjungan tersebut, Sekolah Adat Punan Sameriot bukan saja masuk kategori wilayah 3T, karena lokasinya yang remote dan sulit/parah dari yang dibayangkan sekolah tersebut masuk dalam analogi wilayah 10T,” terang Anton.

Sebagai orang yang dituakan di Semeriot, Gading sangat berharap adanya bantuan pemerintah maupun pihak ketiga lainya, pada sekolah ini sebagai satu-satunya sarana pendidikan agar generasi penerus di desanya bisa memiliki wawasan lebih luas, tanpa harus meninggalkan identitas budaya dan kearifan lokal Semeriot.

Baca Juga :  Seorang Wanita Muda Terpapar Covid-19, Hari Ini Tarakan Bertambah 1 Kasus

“Kita juga mau desa kami lebih maju, anak-anak bisa sekolah hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Supaya kelak mereka bisa membangun desa ini lebih baik lagi,” ujar Gading.

“Ke depan rencananya tidak hanya bantuan di bidang pendidikan, kita juga berencana menyasar bidang kesehatan berupa pengecekan kesehatan atau pengobatan gratis karena memang sarana kesehatan disana masih minim,” jelasnya.

“Tak hanya itu, pembangunan rumah singgah menjadi prioritas kita ke depan, rencana tersebut akan lebih ringan apabila adanya kerjasama dengan stakeholder disana, dan tentunya dengan memperhatikan wabah pandemi covid-19 serta perkembangan harga minyak dunia yang saat ini sedang terjun bebas,” tambah Anton.

Perhatian yang diberikan PT. Pertamina EP Asset 5 Tarakan Field membantu Sekolah Adat Punan Semeriot adalah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat melalui pendidikan. Sekolah adat juga diharapkan mampu mencerdaskan generasi penerus bangsa, khususnya anak-anak yang berada di pedalaman Kalimantan tanpa menghilangkan identitas budaya setempat. (*)

Reporter: Ramli
Editor : Nicky

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed