benuanta.co.id, TARAKAN – Fakta baru terungkap di balik penemuan jasad seorang pemuda berjenis kelamin laki-laki di Pasar Gusher, Jalan Gajah Mada, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Tarakan Barat, Senin (13/4/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan, korban diketahui memiliki riwayat gangguan mental yang telah berlangsung cukup lama.
Pria berinisial I (18) tersebut diketahui merupakan penyandang disabilitas mental yang telah mengalami depresi selama kurang lebih dua tahun terakhir. Kondisinya juga diperkuat dengan diagnosis medis yang menyebutkan korban mengidap skizofrenia.
Kasat Reskrim Polres Tarakan, AKP Reginald Yuniawan Sujono, mengungkapkan temuan tersebut diperoleh dari hasil penyelidikan serta keterangan pihak keluarga dan saksi-saksi di sekitar korban.
“Dari rekam medis dan keterangan keluarga, korban memang memiliki riwayat gangguan kejiwaan yang cukup serius,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Ia menjelaskan, kondisi tersebut kerap memicu halusinasi yang berdampak pada perilaku korban. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, korban disebut sering melukai dirinya sendiri saat penyakitnya kambuh.
Keterangan keluarga juga menyebutkan, korban memiliki kebiasaan menyembunyikan benda-benda tajam di dalam rumah. Hal ini menjadi salah satu perhatian utama dalam proses penyelidikan.
“Korban ini sering menyimpan benda tajam dan pernah melukai dirinya sendiri ketika kambuh,” jelasnya.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan sejumlah barang bukti yang menguatkan dugaan tersebut, termasuk pisau daging yang ditemukan di dekat tubuh korban.
Selain itu, hasil pemeriksaan forensik tidak menunjukkan adanya tanda kekerasan lain maupun bekas perlawanan pada tubuh korban. Luka yang ditemukan hanya berupa luka terbuka di bagian leher sebelah kiri.
Polisi juga memastikan tidak ditemukan jejak pihak lain di lokasi kejadian, baik berupa sidik jari maupun tanda-tanda kehadiran orang lain di sekitar korban.
Berdasarkan seluruh hasil penyelidikan tersebut, kepolisian menyimpulkan bahwa kematian korban tidak melibatkan unsur tindak pidana, melainkan akibat tindakan melukai diri sendiri yang dipicu kondisi gangguan mentalnya.
Pihak kepolisian pun mengingatkan pentingnya perhatian keluarga terhadap anggota yang memiliki gangguan kejiwaan, guna mencegah kejadian serupa terulang.
“Peran keluarga sangat penting dalam pengawasan dan penanganan penderita gangguan mental,” tutupnya.
Saat ini, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Endah Agustina







