Pedagang Resah Kerap Beredar Info Hoaks Terkait Penutupan Pasar

TARAKAN – Akibat sudah banyak menelan korban jiwa, wabah Covid-19 memberikan dampak ketakutan di tengah masyarakat. Alhasil, kondisi tersebut juga kerap dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab dengan melemparkan isu-isu negatif yang memberikan kepanikan kepada masyarakat.

Salah satunya penyebaran informasi liar di sosial media belakangan ini terkait penutupan seluruh pasar di Tarakan yang berakibat pada kepanikan masyarakat dan pedagang.

Salah satunya seperti disampaikan Zulkifli. Salah seorang pedagang lombok di Pasar Gusher ini mengaku kerap mendapatkan informasi penutupan pasar dari mulut ke mulut. Akibatnya, tak sedikit pedagang yang harus menghabiskan stok lebih awal agar tak merugi. Misalnya mengobral, hingga menghentikan pasokan barang daganganya.

“Lihat juga di facebook dan banyak juga teman-teman di sini nanya ini betul atau tidak. Karena pas 9 April itu ada juga yang bilang polisi sudah keliling buat kasih imbauan,” ujar Zulkifli kepada benuanta.co.id, Ahad (12/4/2020).

“Kalau mau ditutup juga kita pedagang ikut saja dari pemerintah dan PT Gusher. Dari Gusher juga belum ada pemberitahuan. Tapi kalau bisa jangan mendadak, karena kalau bisa kasih habis stok yang ini dulu, sampai 2 atau 3 hari. Soalnya yang hoaks begini sudah beberapa kali kita terima, risih juga pedagang,” sambungnya.

Terpisah, Pengelola PT. Gusher Tarakan, Agus Toni menuturkan bahwa pihaknya mengikuti aturan dari pemerintah. “Kita kembalikan ke pedagang dan mengikuti pemerintah, kalau mau tutup ya tutup, kalau tidak tutup juga ya silakan, karena pasar ini kan menjual kebutuhan pokok. Kita juga akan selalu mengikuti instruksi pemerintah. Tapi yang kita tekankan ke pedagang juga, harus tetap menjaga kebersihan dalam situasi Covid-19 ini,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Tarakan, Untung Prayitno menegaskan, isu penutupan pasar yang mulai dihembuskan sejak 10 April lalu merupakan informasi hoaks. Dirinya pun mengimbau masyarakat agar tak mudah percaya dalam penyampaian berita di media sosial (medsos), dan menyarankan agar melakukan kroscek ke dinas terkait.

“Yang di mesos itu tidak benar, dan tidak usah takut, tidak usah panik dari informasi di medsos itu. Kalau bisa, hal tersebut langsung ditanyakan kepada dinas terkait, dalam hal ini Dinas Perdagangan jika berkaitan dengan pasar, swalayan, dan toko-toko,” tegasnya.

“Tidak usah panic buying, karena semua stok barang di Tarakan ini aman. Karena distribusi logistik 9 bahan pokok terus berjalan,” tutupnya.(*)

 

Reporter : Yogi Wibawa

Editor : M. Yanudin

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *