Tarif Tiket Pesawat Penyumbang Terbesar Inflasi Tarakan pada Mei 2026

benuanta.co.id, TARAKAN – Kenaikan tarif angkutan udara menjadi faktor utama yang mendorong inflasi di Kota Tarakan pada Mei 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Tarakan mencatat inflasi bulanan (month to month atau m-to-m) sebesar 0,41 persen setelah pada April 2026 kota ini mengalami deflasi.

Kepala BPS Tarakan, Umar Riyadi, mengatakan komoditas angkutan udara menjadi penyumbang terbesar inflasi selama Mei dengan andil mencapai 0,3275 persen.

“Kota Tarakan pada Mei 2026 mengalami inflasi month to month sebesar 0,41 persen, di mana angkutan udara dominan memberikan andil inflasi month to month,” ujarnya.

Data BPS menunjukkan Kelompok Transportasi menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,37 persen. Besarnya kontribusi kelompok ini jauh melampaui kelompok pengeluaran lainnya.

Baca Juga :  Polisi Dalami Laporan Dugaan Penyebaran Data Pribadi yang Menyeret Dirut PDAM Tarakan

Selain transportasi, Kelompok Penyediaan Makan Minum dan Restoran turut memberikan andil inflasi sebesar 0,14 persen. Sementara Kelompok Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah Tangga menyumbang 0,03 persen, serta Kelompok Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga sebesar 0,01 persen.

Selain tiket pesawat, sejumlah komoditas lain yang turut mendorong kenaikan harga adalah bakso siap santap dengan andil 0,0557 persen, sawi hijau 0,0538 persen, minyak goreng 0,0276 persen, es 0,0273 persen, soto 0,0249 persen, bahan bakar rumah tangga 0,0245 persen, sepeda motor 0,0239 persen, tomat 0,0201 persen, dan beras 0,0168 persen.u

Baca Juga :  Guru di Tarakan Pertahankan Minat Baca Siswa lewat Karya Tulis

Di tengah tekanan inflasi tersebut, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga dan menahan laju kenaikan inflasi. Emas perhiasan menjadi penyumbang deflasi terbesar dengan andil minus 0,0953 persen, diikuti telur ayam ras minus 0,0634 persen dan daging ayam ras minus 0,0616 persen.

“Komoditas lain yang memberikan andil deflasi antara lain cabai rawit, bawang merah, bayam, terong, pembersih lantai, rempela hati ayam, dan bawang putih,” terangnya.

Secara keseluruhan, inflasi kalender (year to date/y-to-d) Kota Tarakan hingga Mei 2026 tercatat sebesar 1,42 persen. Sedangkan inflasi tahunan (year on year/y-on-y) mencapai 3,08 persen.

Menurutnya, angka inflasi tahunan tersebut dapat menjadi gambaran laju inflasi hingga akhir tahun apabila pola pergerakan harga pada bulan-bulan berikutnya sama dengan yang terjadi pada 2025.

Baca Juga :  Pemerintah Pastikan Tarif Pajak 0,5 Persen UMKM Berlaku Permanen

“Mengacu besaran inflasi year on year dapat dimaknai, jika besaran inflasi di sisa bulan pada tahun 2026 setelah Mei 2026 memiliki pola yang sama dengan tahun 2025, maka inflasi di Kota Tarakan sepanjang tahun 2026 diperkirakan mencapai 3,08 persen,” pungkasnya.

Dibandingkan tingkat inflasi di wilayah yang lebih luas, inflasi bulanan Tarakan sebesar 0,41 persen tercatat lebih tinggi daripada Provinsi Kalimantan Utara yang mencapai 0,27 persen maupun nasional sebesar 0,28 persen. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *