benuanta.co.id, TARAKAN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus memperluas distribusi uang layak edar kepada masyarakat, termasuk di wilayah pesisir dan pelosok yang sulit dijangkau.
Kepala KPwBI Kaltara, Hasiando G Manik menjelaskan, kegiatan yang dilakukan merupakan bagian dari kebijakan Clean Money Policy atau kebijakan uang bersih, yang bertujuan memastikan masyarakat memperoleh uang layak edar.
“Kegiatan yang kita lakukan ini adalah bagian dari Clean Money Policy, yaitu memastikan uang layak edar dapat dinikmati oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, kondisi geografis Kaltara menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan distribusi uang.
Wilayah Kaltara terdiri dari akses darat, laut, hingga udara, yang masing-masing memiliki tingkat kesulitan berbeda.
“Kita punya wilayah darat seperti Tarakan dan Bulungan. Kita juga punya wilayah laut, sungai, bahkan ada daerah yang hanya bisa diakses menggunakan pesawat terbang,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menguji komitmen Bank Indonesia dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk daerah terpencil yang tidak mudah diakses.
“Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami. Idealisme di Bank Indonesia diuji, karena ada daerah yang hanya bisa dijangkau lewat jalur tertentu, bahkan harus menggunakan pesawat,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu Ketua RT di Salim Batu, Tumilan menyambut positif kegiatan yang dilakukan Bank Indonesia di wilayahnya. Ia menilai kehadiran BI memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya di daerah pesisir.
“Sebagai tokoh lingkungan di sini, kami sangat menyambut baik kegiatan ini, terutama untuk edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menyoroti persoalan uang logam atau pecahan kecil yang selama ini masih menjadi kendala di tengah masyarakat, terutama bagi pedagang.
“Yang selama ini dikeluhkan masyarakat itu soal uang logam atau uang kecil. Harapannya ada solusi dari BI supaya masyarakat, khususnya pedagang, bisa menerima penggunaan uang koin,” jelasnya.
Selain itu, Tumilan juga mengapresiasi langkah Bank Indonesia yang turun langsung ke masyarakat melalui pendekatan door-to-door, terutama di wilayah yang minim akses layanan perbankan.
“Kami ini daerah pesisir, bisa dibilang pelosok, yang kadang sulit menjangkau layanan perbankan. Dengan BI datang langsung ke kampung nelayan seperti ini, kami sangat bersyukur. Semoga ke depan bisa terus bermanfaat bagi masyarakat,” tutupnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Ramli







