Januari hingga September, 40 Kasus Kebakaran Melanda Tarakan

benuanta.co.id, TARAKAN – Sejak Januari hingga 16 September 2022 lalu, PMK Kota Tarakan mencatat ada 40 kasus kebakaran yang terjadi di Tarakan.

Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran dari Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan PMK Tarakan, Eko P. Santoso, mengatakan 40 kasus tersebut terdiri dari beberapa jenis kebakaran.

Yakni 13 kasus kebakaran bangunan rumah, 14 kasus kebakaran lahan dan hutan dan 13 kasus kebakaran jenis lain seperti kebakaran kendaraan, tabung gas dan sebagainya.

Baca Juga :  Pemasokan Sapi di Tarakan Diduga Dikuasai Oknum, Peternak Keluhkan Pungutan Tak Berdasar

Kemudian pada bulan September lalu, Eko menyebutkan terdapat satu bangunan rumah yang terbakar.

“Lalu tanggal 19 September 2022 itu juga terjadi kebakaran rumah yang terjadi di Jalan Diponegoro, Sebengkok Tarakan ini merupakan data terakhir kejadian kebakaran yang disebabkan oleh korsleting listrik,” ucapnya Sabtu (8/10/2022).

Berdasarkan hasil evaluasi PMK Tarakan, lanjut Eko, mayoritas kebakaran didominasi oleh korsleting listrik.

“Salah satu optimalisasi kinerja PMK dalam rangka layanan publik, yaitu  kecepatan waktu tanggap respon yang tak hanya sekadar mengandalkan kemampuan dan sumber daya yang ada, namun juga harus didukung oleh kesiapan sarana dan pra sarana kendaraan yang fungsional,” ujarnya.

Baca Juga :  Bahaya Obat Herbal Campur Bahan Kimia, BPOM Tarakan: Bisa Picu Gagal Ginjal

Maksudnya dalam arti kendaraan memiliki standar dan kualifikasi yang memberikan layanan baik dan aman serta memberi jaminan keselamatan bagi petugas.

Dari sisi jumlah kendaraan yang fungsinya di bawah standar operasional, Eko menuturkan memang harus diistirahatkan karena jika dipaksakan akan mengancam keselamatan petugas dan masyarakat.

“Secara khusus penambahan fungsi kualifikasi atau spek kendaraan harus menyesuaikan tuntutan perubahan zaman,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tarakan Titik Transit Strategis Misi TNI AU ke Brunei Darussalam

Sebab, Eko menilai jika melihat kondisi pertumbuhan bangunan gedung dan perumahan yang ada di Kota Tarakan sudah mengarah pada bangunan yang memiliki standar modern.

“Sehingga membutuhkan armada yang dapat mengakses agar proses pemadaman dapat berjalan baik dan benar,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *