Matangkan Persiapan Sekolah Nasional Terintegrasi, Disdik Tarakan Siapkan Sekolah Transisi

benuanta.co.id, TARAKAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan terus mematangkan persiapan operasional Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang akan dibangun di wilayah Mamburungan. Meski pembangunan fisik sekolah belum dimulai, pemerintah daerah telah menyiapkan sekolah transisi sebagai lokasi sementara kegiatan belajar mengajar.

Kepala Disdik Tarakan, Tamrin Toha, menjelaskan, saat ini pemerintah kota masih menunggu informasi lanjutan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.

“Yang kita tunggu ini adalah informasi Sistem Penerimaan Murid Baru tahun ajaran 2026-2027,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sejumlah tahapan persiapan telah berjalan, termasuk rekrutmen calon kepala sekolah yang dilaksanakan langsung oleh Kemendikdasmen. Dari Tarakan, terdapat tiga peserta yang berhasil lolos hingga tahap wawancara.

Baca Juga :  Polisi Dalami Dugaan Balap Liar di Balik Tabrakan Maut Dua Aerox di Sungai Maya

Menurutnya, pembangunan gedung SNT baru akan dimulai tahun ini. Karena itu, Disdik telah menyiapkan sekolah transisi agar proses pembelajaran dapat tetap berlangsung apabila penerimaan siswa dibuka pada tahun ajaran baru mendatang.

“Karena bangunannya ini kan belum ada, rencana tahun ini baru dibangun, sehingga kalau kita menerima tahun ajaran baru ini, maka kita harus menyiapkan sekolah transisi sebagai tempat belajar sementara,” jelasnya.

Baca Juga :  Dugaan Sertifikat Prestasi Palsu pada SPMB di Tarakan Masih Dalam Tahap Klarifikasi

Pada tahap awal, sekolah transisi tersebut direncanakan menampung masing-masing 50 siswa untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Setiap jenjang akan dibagi ke dalam dua rombongan belajar yang masing-masing berisi 25 siswa. Terkait penerimaan peserta didik, Disdik Tarakan berharap siswa-siswa berprestasi yang telah diterima di sekolah negeri maupun swasta dapat mengikuti seleksi masuk SNT.

“Kita berharap siswa-siswa kita yang masuk di jalur prestasi bisa ikut dikumpulkan. Karena sayang juga kalau tidak ada yang mengisi,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, SNT berbeda dengan Sekolah Rakyat. Jika Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang masuk kategori desil 1 hingga desil 4, SNT ditujukan bagi siswa berprestasi.

Baca Juga :  SPMB Ditutup, Kuota SD dan SMP di Tarakan Hampir Seluruhnya Terisi

“Kalau Sekolah Nasional Terintegrasi itu adalah sekolah yang diperuntukkan bagi anak-anak kita yang berprestasi,” tegasnya.

Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan juga telah menyiapkan lahan pembangunan sekolah di Mamburungan. Proses sertifikasi masih berlangsung sebelum nantinya dihibahkan kepada pemerintah pusat.

“Pemerintah kota sudah menyiapkan, saat ini sedang proses sertifikat tanahnya, nanti itu dihibahkan ke pemerintah pusat,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *