benuanta.co.id, TARAKAN – Pemadaman listrik bergilir dari PLN disinyalir masih akan kembali dilakukan. Meski belum diketahui hingga kapan hal ini dilakukan namun, hal ini dikarenakan oleh terkendalanya supply gas.
“Untuk Tarakan kondisi pemadaman itu masih kita butuhkan tapi volumenya coba kita perkecil kita alihkan ke industri beberapanya,” sebut Manager PLN UP3 Kalimantan Utara, Aditya Darmawan, Rabu (7/7/2022).
Adapun wilayah yang mendapatkan giliran pemadaman dijelaskan Adit masih pihaknya lakukan penyusunan. Namun yang pasti pada hari ini masih akan tetap dilanjutkan penggiliran pemadaman listrik.
Disinggung soal kendala pasokan gas ia menjelaskan, pihaknya akan melakukan pengecekan langsung ke PLN UPTK.
“Kalau pemadamannya untuk beberapa harinya kita masih koordinasi, tapi yang jelas pemadaman hari ini masih ada,” singkatnya.
Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M. Kes menjelaskan, ia sudah menerima laporan dari PLN yang mana penyebab dari pemadaman listrik terdapat kendala dalam supply gas dari Bunyu.
“Dulu saya sudah ingatkan PLN untuk ada back up dengan diesel, dulu kan ada mendatangkan 16 megawatt diesel,” tuturnya.
Namun kapasitas 16 mega terbilang masih kurang untuk kebutuhan Tarakan di wilayah puncak. Ia berharap agar supply gas untuk PLN cepat membaik.
“Karena gas ini kalau turun tekanannya ya tidak bisa ngangkat turbin, walaupun sebenarnya PLN sudah mengantisipasi dengan mendatangkan 16 megawatt,” urai Khairul.
“Meski kalau kondisi malam hari dan di beban puncak itu kita butuhnya 42 mega, kalau 16 mega ada defisit sekitar 26 mega begitu. Mudahan cepat selesai karena ini persoalan gas aja bukan persoalan teknis lainnya,” sambungnya.
Ia juga mengatakan pihaknya menunggu laporan lengkap dan antisipasi dari PLN. Meski pihak PLN hendak mendatangkan mesin berkapasitas lebih untun mengantisipasi sementara.
“Harapannya kemarin ada PLTU 5 mega yang disupply dari Idec, ya kita doakan saja mudah-mudahan gas ini cepat membaik. Biasanya tidak lama dulu beberapa jam tapi ini agak lama tetap saya nanti tanyakan lagi,” pungkasnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Ramli







