Keluarga Kembali Keluhkan Evakuasi Pemindahan Jenazah Covid-19

benuanta.co.id, TARAKAN – Warga kembali mengeluh lantaran respon pemerintah yang dinilai cukup lambat dalam mengevakuasi makam Covid-19. Sebanyak kurang lebih 38 makam yang tertimbun longsor direncanakan akan dievakuasi untuk dipindahkan hari ini pada Senin, 4 Oktober 2021.

Haris, salah satu keluarga jenazah Covid-19 menilai tindakan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan masih terkesan lambat.

“Saya ditelpon sebelumnya, katanya jam 9 mau ada pemindahan evakuasi, tapi nyatanya mana jam segini aja belum ada,” tuturnya.

Tak hanya itu, Haris juga dan pihak keluarga jenazah Covid-19 lainnya juga terus mendesak Pemkot untuk melakukan evakuasi secepatnya.

“Katanya hari ini ada 6 yang mau dievakuasi dan dideadline selama 3 hari ya tidak cukup kalau targetnya segitu,” tegasnya.

Warga Kelurahan Juata Laut ini juga mengaku tidak ada niatan untuk memindahkan almarhumah keponakannya yang meninggal karena Covid-19 pada beberapa waktu lalu.

“Katanya juga alatnya masih di perjalanan. Jangan sampai sore lagi nanti tidak sempat, belum lagi kalau ada hujan nanti,” tukasnya.

Sementara itu, Walikota Tarakan, dr. Khairul M.Kes membenarkan pemindahan jenazah Covid-19 yang tertimbun longsor akan dilakukan pada hari ini. Terdapat penambahan jumlah makam yang sebelumnya 33 menjadi 38 jenazah.

“Hari ini akan dievakuasi dan sudah juga diinfokan ke keluarganya. Total ada 38 makam, tadinya 33 tapi kita sertakan saja yang berpotensi terjadi longsor lagi,” tutur Khairul.

Khairul menjelaskan, keluarga korban telah diberikan informasi pada hari Ahad (3/10). Keluarga jenazah dan ahli waris diharapkan standby di lokasi pemakaman menunggu waktu pemindahan.

“Setau saya kemarin sore sudah dipanggil keluarga atau ahli warisnya dan hari ini sudah mulai kerja. Jenazah juga harus diidentifikasi, jadi butuh waktu lebih untuk proses pemindahan,” tutupnya. (*)

Reporter : Endah Agustina

Editor : Matthew/Nicky Saputra

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *