Kesetrum saat Ganti Papan Rekame, Pelajar SMK Alami Luka Bakar 60 Persen

Sempat Tersangkut saat Jatuh, Asap Mengepul dari Badan Sule

TARAKAN – Seorang pemuda bernama Sulaiman (19) kesetrum saat ingin memasang papan reklame di depan salah satu konter HP di Jalan Aki Balak, RT. 19, Kamis 23 Januari 2020 sekitar pukul 14.00 wita tadi.

Disampaikan Agung (28), rekan dari Sulaiman, insiden tersebut langsung membuat warga sekitar panik. “Mau benahi banner. Ya namanya begini (musibah), kita kan tidak tahu. Pertama saya sama-sama dia (korban) lepas banner dari bawah,” ujar Agung kepada benuanta.co.id, Kamis (23/1).

“Setelah itu korban naik ke atas mau lepas banner, saya di bawah. Tidak lama saya dengar suara ledakan,” sambungnya saat berada di Pertamedika Hospital Tarakan.

Mendengar suara ledakan, ia pun langsung melihat korban yang sudah terjatuh dan tersangkut di sela-sela rangka reklame saat korban tersengat.

Saat terjatuh, badan pemuda yang akrab disapa Sule itu dipenuhi luka bakar dan seluruh bajunya hangus terbakar. Tampak video yang beredar, asap pun mengepul dari badan korban

“Suara ledakan itu dari atas kabel listrik itu, bukan dari bawah. Posisinya saya baru naik setengah dan dia sudah di atas. Setelah meledak itu, korban jatuh dan tersangkut di kerangka banner. Pas jatuh itu korban keadaanya setengah sadar setengah tidak,” tutupnya.

Sule pun langsung dibawa ke Pertamedika Hospital Tarakan (PHT) untuk diberikan penanganan medis, sebelum akhirnya dibawa ke RSUD Tarakan untuk diberikan penanganan lebih lanjut.

Ayah Korban, Lamane (50) menyebut, luka bakar putra sulungnya itu mencapai 60 persen. “Dari leher sampai paha lah, kulitnya terkelupas meletup. Tapi memang agak parah itu bagian perut, sama dada bagian kiri. Saya saja tidak sanggup melihat, kasihan sekali,” ujar Lamane kepada benuanta.co.id, Kamis (23/1/2020).

Selain badan yang masih mengepul asap pada saat dievakuasi, Ia menyebut saat di lokasi kejadian, aksesoris seperti jam tangan milik Sule tersebut pun hangus terbakar.

“Baju celana habis, hangus, begitu juga jam tangannya meleleh ini. HP-nya meledak juga hancur. Tadi abangnya pergi cari HP-nya tidak ada di sana (TKP) sisa puing-puingnya saja,” sebutnya.

Meski tersengat listrik, Ia bersyukur kondisi anaknya berangsur membaik. “Syukur saja anak ini kuat, sempat-sempatnya mengantung di besi banner itu, ini mukjizat lah. Saya sudah tidak karuan pas telinganya sama hidungnya itu keluar darah kental. Tapi alhamdulillah sudah sadarkan diri,” katanya.

“Karena cepat juga dibawa ke Pertamedika buat pertolongan pertama, dibalut dan dikasih obat buat lukanya itu,” tutupnya.(*)

Lamane mengaku tak mengetahui jika putra pertamanya, yakni Sulaiman (18) yang kesetrum di Jalan Aki Balak siang tadi, bekerja sampingan untuk memasang papan reklame. “Dia (korban) ini masih sekolah di STM kelas 3, saya tidak tahu juga kalau dia kerja pasang begitu (papan reklame), yang saya tahu dia memang pandai mengelas,” ujar Lamane kepada benuanta.co.id, Kamis (22/1/2020).

Ia menambahkan, dari pihak keluarga juga akan meminta kepala mandor yang memperkerjakan anaknya tersebut, untuk bertanggung jawab atas insiden tersebut.

“Sudah kita hubungi pakde mandornya itu, katanya dia yang akan bertanggung jawab atas segala biaya perawatan dan lainnya. Tadi pas di RS Pertamedika hanya beberapa jam diambil tindakan pertolongan pertama, biayanya Rp 1.000.000,” tambahnya

Semalam, kata Jasmin yang merupakan kakak kandung korban, Sule-panggilan Sulaiman-tersebut menginap di rumahnya dan memang tak pulang ke rumah orangtuanya.

“Memang dia hari ini tidak masuk sekolah dan kita keluarga tidak tahu juga kalau dia pergi kerja. Dia pulang ke rumah saya jam 12 malam, begitu pagi sudah jalan, saya kira sekolah,” tutupnya.(*)

 

Reporter : Hamka

Editor: M. Yanudin

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *