Dinkes Tarakan Imbau Warga Jaga Imunitas dan Terapkan PHBS di Musim Pancaroba

benuanta.co.id, TARAKAN – Memasuki masa pancaroba dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tarakan mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kesehatan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Tarakan, Rinny Faulina, mengatakan pada saat peralihan musim masyarakat rentan terkena penyakit musiman seperti batuk dan pilek.

Menurutnya, perubahan cuaca yang kadang panas lalu tiba-tiba hujan dapat memengaruhi daya tahan tubuh masyarakat. Sehingga penyakit bisa dengan mudah menyerang tubuh.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Minta Peserta Berani Laporkan Dugaan Fraud Rumah Sakit

“Saat ini memang terjadi perubahan kondisi cuaca. Kadang panas, kadang hujan. Di masa pancaroba seperti ini, masyarakat diharapkan tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” ujarnya.

Ia menyarankan masyarakat untuk menjaga pola makan dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, rutin berolahraga, serta melakukan aktivitas fisik yang cukup guna menjaga daya tahan tubuh.

Selain itu, apabila ada anggota keluarga yang mengalami sakit, diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan (faskes). Penggunaan masker juga dianjurkan bagi yang sakit agar tidak menularkan kepada anggota keluarga lain.

Baca Juga :  2 Objek Vital di Tarakan Terbakar dalam Sepekan Terakhir

“Masyarakat juga bisa mengonsumsi vitamin untuk membantu meningkatkan imunitas tubuh,” ungkapnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk waspada namun tidak panik, serta konsisten menjaga kebersihan dan kesehatan selama masa peralihan cuaca ini.

Selain itu, dirinya juga mengingatkan pentingnya kerja bakti di lingkungan tempat tinggal sebagai langkah pencegahan penyakit berbasis lingkungan seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) dan leptospirosis.

Baca Juga :  Layanan Operasi Non-Kebakaran di Tarakan Didominasi oleh Evakuasi Ular

Kendati demikian, Rinny memastikan hingga saat ini belum terdapat lonjakan kasus penyakit tertentu. Khusus untuk DBD, jumlah kasus pada Januari hingga Februari masih dalam batas normal dan tidak mengalami peningkatan signifikan.

“Untuk DBD juga tidak ada peningkatan kasus dari Januari ke Februari. Masih dalam angka standar seperti biasa,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *