Kasus Bullying Masih Dominan, DP3A Tarakan Sebut Banyak Terjadi di SMP dan SMA

benuanta.co.id, TARAKAN – Kasus perundungan atau bullying masih menjadi salah satu bentuk kekerasan terhadap anak yang paling banyak terjadi di Kota Tarakan, terutama di lingkungan sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA).

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DP3A Tarakan, dr. Jumiati. Ia mengatakan sebagian besar laporan kekerasan anak yang diterima berkaitan dengan perundungan, baik yang terjadi di sekolah maupun di lingkungan sosial.

Baca Juga :  Dugaan Sertifikat Prestasi Palsu pada SPMB di Tarakan Masih Dalam Tahap Klarifikasi

“Kalau bullying, sampai saat ini yang paling banyak itu memang terjadi di sekolah, terutama di SMP dan SMA,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).

Namun demikian, DP3A belum dapat menyampaikan data kuantitatif terbaru terkait jumlah kasus. Hal itu disebabkan oleh proses sinkronisasi data akibat peralihan sistem pelaporan dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni) versi 2 ke Simfoni versi 3 yang dikelola oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Baca Juga :  Dua Alat CT Scan di Tarakan Rusak, Belasan Pasien Terdampak per Harinya

“Data dari akhir November sampai Desember belum bisa kami tarik. Jadi saya belum bisa menyebutkan angka pasti,” jelasnya.

Ia menegaskan, bullying merupakan bentuk kekerasan terhadap anak yang berdampak serius pada kondisi psikologis korban. Oleh karena itu, kasus bullying tidak boleh dianggap sepele dan harus ditangani secara sistematis.

Dokter Jumiati juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendeteksi perubahan perilaku anak, tidak hanya berfokus pada prestasi akademik.

Baca Juga :  Ruang Gerak Membina Siswa Terbatas, DPRD Tarakan Desak Regulasi agar Guru Tak Mudah Dikriminalisasi

“Kadang orang tua hanya melihat nilai anak. Padahal perubahan sikap, emosi, dan perilaku juga harus diperhatikan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *