Status Bandara Juwata Tarakan Kembali Jadi Internasional, Penerbangan Perdana Ditargetkan Oktober

benuanta.co.id, TARAKAN – Bandara Juwata Tarakan resmi kembali menyandang status internasional setelah masuk dalam Keputusan Menteri Perhubungan (KM) Nomor 37 Tahun 2025.

Dari total 36 bandara internasional yang ditetapkan, Juwata Tarakan tercantum dalam daftar pada poin ke-28.

Kabar ini menjadi angin segar bagi masyarakat Kaltara setelah status internasional sempat dicabut pada 2024 lalu.

Pencabutan itu terjadi akibat pandemi COVID-19 yang membuat penerbangan ke Malaysia terhenti, sehingga status internasional bandara ini tidak lagi berlaku.

Proses pemulihan status internasional dimulai sejak 23 Juni 2025 melalui surat resmi dari Pemprov Kaltara kepada Kementerian Perhubungan.

Setelah itu, dilanjutkan audiensi yang membahas manfaat dan kebutuhan untuk mengembalikan status bandara.

Kepala Dishub Kaltara, H. Idham Chalid menuturkan, pertumbuhan ekonomi regional maupun nasional, perdagangan, ekspor komoditas perikanan, hingga pariwisata menjadi alasan utama.

Selain itu, kebutuhan mobilitas tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja pada proyek strategis nasional di Kaltara, seperti Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan serta Mentarang, juga menjadi pertimbangan penting karena jumlah TKA yang masuk ke Kaltara setiap tahunnya terus meningkat.

Tidak hanya itu, data dari sektor pariwisata menunjukkan peluang besar. Di Sabah, Malaysia, terdapat sekitar 3,5 juta wisatawan setiap bulan.

“Jika 10 persen dari jumlah itu bisa dialihkan masuk ke Kaltara, maka ada potensi 350 ribu kunjungan tambahan yang akan memberi dampak besar terhadap perekonomian daerah kita,” ujarnya, Kamis (21/8/2025).

Untuk mematangkan persiapan, Pemprov Kaltara melalui Dinas Perhubungan Kaltara, menjembatani koordinasi dengan sejumlah kementerian yang terkait dengan layanan CIQS (Customs, Immigration, Quarantine, and Security). Dukungan diminta kepada Kementerian Pertahanan, Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Keuangan melalui Bea Cukai, serta Badan Karantina Indonesia.

“Persiapan sedang dilakukan. Setelah dukungan personel dan fasilitas CIQS dari instansi terkait siap, akan dilakukan simulasi. Kami bersama Pak Gubernur menargetkan penerbangan perdana dilaksanakan Oktober, bertepatan dengan HUT Provinsi Kaltara,” ungkapnya.

Sebelum penerbangan perdana dilakukan, pemerintah akan lebih dulu menggelar rapat koordinasi dengan instansi terkait, termasuk Otoritas Bandar Udara (OBPU) Kelas I Tarakan. Tahapan evaluasi fasilitas, identifikasi kebutuhan sarana-prasarana bandara, hingga pembaharuan ruang tunggu internasional sudah masuk dalam agenda.

Ia menilai antusiasme masyarakat yang tinggi serta dukungan pemerintah pusat, penerbangan perdana pada Oktober mendatang diharapkan menjadi momentum kebangkitan kembali Bandara Juwata Tarakan sebagai pintu gerbang internasional di wilayah utara Kalimantan.

“Kalau melihat Animo, itu luar biasa Hal ini juga dilandasi, diawali dari Kami itu ada program Sosek Malindo Itu kerjasama sosial ekonomi plus budayanya Antara Malaysia, khususnya Sabah Dengan Indonesia, Kalimantan Utara Usulan-usulan sebelumnya itu bahkan sudah ada dari maskapai MASwings Karena ada permintaan masyarakat Antara daerah perbatasan,” jelasnya.

“Sebagaimana kita tahu bahwa penduduk lokal yang ada di wilayah perbatasan ini ada kekerabatan antara mereka ini sejak dahulu. Jadi, kegiatan perdagangan atau kegiatan ekonomi ini sudah berlangsung sejak lama. Dengan adanya atau meningkatnya atau kembalinya status internasional itu akan mempermudah baik aktivitas untuk penerbangan nanti orang maupun barang akan berjalan dengan baik,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *