Kompetisi Debat Demokrasi Tingkat Pelajar Nunukan Diharap Bisa Menjaga Kualitas Demokrasi

benuanta.co.id, NUNUKAN – Pelajar SMA, SMK, dan MA dari berbagai sekolah di Kabupaten Nunukan mengikuti kompetisi debat pelajar demokrasi ke-4 yang digelar Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Nunukan. Bawaslu bersinergi dengan pemerintah setempat yakni Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Nunukan.

Ketua Bawaslu Kabupaten Nunukan, Muhammad Yusran, mengatakan pendidikan demokrasi harus ditanamkan sejak usia sekolah agar generasi muda memiliki pemahaman yang utuh tentang pentingnya menjaga kualitas demokrasi.

“Melalui debat pelajar ini, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa demokrasi bukan hanya tentang memilih pada hari pemungutan suara, tetapi juga tentang keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawal proses demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Baca Juga :  Ryamizard Ryacudu Dimakamkan Secara Militer di TMP Kalibata

Persaingan antar peserta semakin ketat. Tim terbaik yang lolos dari babak penyisihan bertarung di fase 16 besar dan 8 besar untuk memperebutkan tiket menuju semifinal.

Menurut Yusran, berbagai mosi strategis terkait demokrasi, partisipasi politik generasi muda, pengawasan pemilu, hingga tantangan penyelenggaraan pemilu di wilayah perbatasan menjadi bahan perdebatan yang menarik. Para peserta tampil percaya diri dengan argumentasi berbasis data, fakta, dan analisis yang tajam.

“Tidak sedikit peserta yang mengangkat isu-isu aktual seperti pengaruh media sosial terhadap demokrasi, penyebaran hoaks, politik identitas, hingga pentingnya pendidikan politik di lingkungan sekolah. Hal tersebut menunjukkan tingginya kepedulian generasi muda terhadap masa depan demokrasi Indonesia,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kunjungi PLBN Labang, Rahmawati Soroti Kebutuhan Nakes di Wilayah Perbatasan

Kepala Kesbangpol Nunukan, Hasan Basri mengatakan, selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi salah satu strategi pencegahan pelanggaran pemilu melalui pendekatan edukatif.

“Dengan pemahaman yang baik tentang demokrasi dan kepemiluan, para pelajar diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan nilai-nilai demokrasi sehat di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujarnya.

Penyelenggara berharap kompetisi ini mampu melahirkan generasi muda yang cerdas, berintegritas, serta memiliki kesadaran politik yang tinggi. Sebagai daerah yang berada di beranda terdepan Indonesia, Nunukan membutuhkan generasi penerus yang tidak hanya memahami demokrasi, tetapi juga mampu mengawal dan menjaga kualitasnya demi terwujudnya Pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

Baca Juga :  Presiden: Pancasila jadi Dasar Pembangunan Ekonomi Adil dan Sejahtera

Panitia lomba mengusung tema “Konsolidasi Demokrasi Tolak Buta Politik, Songsong Pemilu Nasional dan Daerah yang Luber dan Jurdil di Perbatasan”. Kompetisi debat berlangsung 1–5 Juni 2026 di Kantor Bawaslu Nunukan. (*)

Reporter: Soni Irnada

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *