benuanta.co.id, NUNUKAN – Wakil Bupati Nunukan, Hermanus menegaskan keberhasilan reformasi birokrasi tidak hanya ditentukan oleh regulasi dan sistem, tetapi terutama oleh keteladanan para pemimpin di lingkungan pemerintahan.
Hal itu disampaikannya dalam kegiatan workshop Penguatan Implementasi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Kinerja, dan Zona Integritas yang diikuti pejabat struktural di lingkungan Pemkab Nunukan.
Dalam arahannya, ia menekankan integritas seorang pemimpin harus dibuktikan dalam tindakan, bukan sekadar disampaikan dalam pidato. “Integritas tidak cukup dipidatokan. Harus dipertontonkan dan menjadi karakter pemimpin,” ujar Hermanus.
Ia juga menyoroti pentingnya ketegasan dalam menolak praktik-praktik yang berpotensi melanggar etika, termasuk gratifikasi maupun konflik kepentingan.
Menurutnya, pemimpin diuji dalam tiga kondisi utama, yakni saat tidak diawasi, saat terjadi benturan kepentingan, dan saat harus menegakkan aturan terhadap bawahannya sendiri.
“Kita tidak bisa bicara zona integritas jika ruang kerja masih menjadi tempat lobi-lobi proyek,” tegasnya.
Selain itu, Hermanus juga menekankan, pemimpin harus mampu membangun sistem dan budaya kerja yang kuat agar nilai-nilai integritas dan akuntabilitas tetap berjalan meski terjadi pergantian kepemimpinan.
Sehingga, ia mengajak seluruh perangkat daerah untuk menjadi agen perubahan dengan menerapkan nilai-nilai ASN berakhlak serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Sejarah tidak mencatat siapa yang paling lama menjabat, tetapi siapa yang paling besar memberi dampak,” tutupnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







