BPS Mulai Sensus Ekonomi 2026, Pelaku Usaha Nunukan Diminta Beri Data Akurat

benuanta.co.id, NUNUKAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan mulai mempersiapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan menyasar pelaku usaha besar dan menengah di wilayah Kabupaten Nunukan. Kegiatan tersebut disosialisasikan melalui agenda Sosialisasi dan Ngisi Bareng (NGIBAR) yang digelar di Lantai 5 Kantor Bupati Nunukan, pada Kamis (21/5/2026).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Nunukan, Juni Mardiansyah, menegaskan bahwa sensus ekonomi memiliki peran penting dalam memetakan kondisi riil perekonomian daerah, termasuk potensi usaha, tantangan investasi, hingga arah pertumbuhan ekonomi ke depan.

Menurutnya, data yang diperoleh dari sensus nantinya akan menjadi acuan pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan strategis, mulai dari perencanaan pembangunan, penguatan sektor usaha, hingga peningkatan daya saing ekonomi daerah perbatasan.

“Melalui sensus ekonomi ini kita berharap dapat memperoleh gambaran besar mengenai potensi ekonomi yang dimiliki Kabupaten Nunukan, termasuk tantangan dan peluang usaha di masa depan,” ujar Juni Mardiansyah.

Ia juga meminta seluruh pelaku usaha di Nunukan dapat berpartisipasi aktif dan memberikan data yang akurat agar hasil sensus benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi di lapangan.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Nunukan, Iskandar, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali oleh BPS untuk mendata aktivitas ekonomi di berbagai sektor usaha.

Menurutnya, hasil sensus akan menjadi salah satu pijakan penting pemerintah dalam menentukan arah kebijakan ekonomi, termasuk upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menekan angka pengangguran, serta mengurangi kemiskinan.

“Kami berharap seluruh pelaku usaha dapat memberikan data yang benar dan lengkap agar hasil sensus ekonomi ini benar-benar bermanfaat bagi pembangunan daerah,” kata Iskandar.

Melalui kegiatan NGIBAR tersebut, BPS Nunukan juga mendorong meningkatnya kesadaran pelaku usaha tentang pentingnya data statistik yang valid sebagai dasar pembangunan dan pengembangan ekonomi daerah, khususnya di kawasan perbatasan seperti Kabupaten Nunukan. (*)

Reporter: Soni Irnada

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *