benuanta.co.id, BERAU– Perkembangan teknologi digital mulai mengubah pola transaksi masyarakat di Kabupaten Berau.
Salah satu yang paling terlihat adalah semakin luasnya penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pembayaran non tunai yang praktis dan cepat membuat QRIS semakin diminati.
Cukup dengan memindai kode melalui telepon pintar, transaksi dapat dilakukan tanpa perlu membawa uang tunai maupun menunggu uang kembalian.
Bupati Berau, Sri Juniarsih, menilai perkembangan tersebut menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing usaha. Menurutnya, kemampuan beradaptasi dengan teknologi menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari di tengah perubahan perilaku konsumen.
“Perilaku masyarakat terus berubah mengikuti perkembangan teknologi. Pelaku UMKM juga harus mampu menyesuaikan diri agar usahanya tetap berkembang dan mampu menjangkau lebih banyak konsumen,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).
Sri Juniarsih mengatakan, penggunaan QRIS tidak hanya memberikan kemudahan bagi pelanggan, tetapi juga membantu pelaku usaha dalam mengelola transaksi secara lebih tertib.
“Sistem pembayaran digital dinilai mampu mendukung pencatatan keuangan usaha yang lebih transparan dan akurat,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina







