Tak Semua Terserap Tambang, Sekda Berau Ajak Warga Kembangkan Potensi Lokal

benuanta.co.id, BERAU – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Berau, Muhammad Said, blak-blakan menyoroti fenomena tingginya ketergantungan masyarakat Berau terhadap sektor pertambangan. Menurutnya, meski tambang menjanjikan pendapatan cepat, tidak semua warga bisa terserap di sektor tersebut.

Hal itu disampaikan M. Said saat membuka kegiatan Pelatihan Desain Kemasan bagi Pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kabupaten Berau yang diinisiasi Diskoprindag Berau berkolaborasi dengan UPT Kemasan Dekranasda Jawa Timur.

“Hampir semua orang ingin kerja di perusahaan tambang. Faktanya cepat menghasilkan. Tapi kenyataannya, tidak semuanya bisa terserap di sana,” ujar M. Said dalam sambutannya.

Ia menyayangkan banyaknya potensi bahan baku lokal di Berau, seperti kayu, rotan, hingga hasil perikanan melimpah—yang kerap dibiarkan begitu saja tanpa pengelolaan kreatif. Said membandingkan kondisi tersebut dengan daerah lain di Jawa atau Sulawesi, di mana keterbatasan lapangan kerja justru memicu kreativitas masyarakat untuk mengolah bahan mentah menjadi barang bernilai jual tinggi.

Baca Juga :  Berau Luncurkan Tari Baliu Dalling dan Batik Derawan Maratua di Panggung Nasional

“Kalau kita perjalanan darat ke Kelay atau Segah, di kiri-kanan jalan banyak kayu bekas. Tapi tidak diolah, akhirnya busuk begitu saja. Padahal di tempat lain, bahan seperti itu bisa jadi kerajinan bernilai ekonomi,” tegasnya.

Tak hanya soal ketergantungan pada tambang, Said juga menyoroti ancaman nyata bagi UMKM lokal, yakni gempuran produk luar daerah yang dijual secara online dengan harga sangat murah. Ia mencontohkan pengalaman pribadinya ketika sang anak membeli camilan secara online dari luar daerah yang harganya jauh lebih terjangkau, lalu dikemas ulang untuk dijual kembali secara eceran.

Baca Juga :  Pemkab Berau Sambut Baik PT TRH, Siap Bangun Tujuh Ruang Kelas Baru untuk SDN 001 Filial Birang

Fenomena ini, menurutnya, menjadi tantangan besar bagi produk lokal jika tidak segera membenahi kualitas kemasan dan strategi pemasaran.

“Ikan sarden di kita misalnya, harganya cuma Rp5.000 per kilo. Kalau itu diolah dan dikemas dengan modern, nilainya pasti melonjak drastis. Jangan sampai produk kita kalah hanya karena kemasannya tidak tahan lama atau tidak menarik,” tambah Said.

Guna menghadapi tantangan persaingan pasar konvensional maupun digital, Pemerintah Kabupaten Berau mendorong penuh langkah hilirisasi produk-produk lokal, khususnya di sektor perikanan dan pangan.

Baca Juga :  Berau Wakili Kaltim dalam Gerakan Tanam Padi Serentak 50.000 Hektare

Sekda Berau meminta para narasumber pelatihan tidak hanya mengajarkan cara membuat kemasan yang higienis dan tahan lama, tetapi juga membekali para pelaku IKM dengan strategi pemasaran digital (e-commerce). Ia juga mengimbau seluruh jajaran perangkat daerah, camat, hingga lurah untuk aktif mempromosikan dan menggelar event lokal sebagai wadah bagi UMKM.

“Kita harus bangga dan percaya diri memakai produk lokal Berau. Dari sisi kehalalan dan kualitas bahan baku, kita unggul. Sekarang tinggal bagaimana kita mengemas dan memasarkannya agar mampu menembus pasar luar daerah,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Sihaloho

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *