benuanta.co.id, BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau enggan setengah-setengah dalam menangani kerusakan Dermaga Rajanta dan turap di Jalan Ahmad Yani, Tanjung Redeb. Ketimbang sekadar perbaikan darurat, insiden ini justru dimanfaatkan sebagai momentum emas untuk menyulap total kawasan tepian Sungai Segah agar tampil lebih estetis.
Langkah tegas tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih, kala mendatangi lokasi untuk memantau pengerjaan dua fasilitas publik yang rusak tersebut pada Sabtu (8/8/2026) lalu.
Tak main-main, Sri Juniarsih menginstruksikan tim perbaikan untuk tidak sekadar menambal konstruksi yang dihantam kapal barang, melainkan wajib merombak dan mempercantik seluruh area di sekelilingnya.
Fokus utamanya tertuju pada kolong bangunan dermaga tempat warga biasa mengantre perahu ketinting, yang selama ini luput dari perhatian hingga menjadi sarang penumpukan sampah dan kotoran.
Melihat kondisi memprihatinkan dari sampah plastik hingga tumpukan kayu gelondongan yang terseret arus, Bupati Berau langsung menginstruksikan pembersihan total dan penutupan area bawah bangunan menggunakan alat berat.
“Sampah-sampah yang ada di bawah bangunan ketinting, tempat orang menunggu itu saya minta untuk ditutup dan dirapikan. Sampahnya dikeluarkan karena kita tidak bisa menggunakan tenaga manual,” tegas Sri Juniarsih, Senin (10/8/2026).
Bagi Sri, aksi bersih-bersih dan penataan ini adalah harga mati yang tak terpisahkan dari proyek pembenahan fasilitas publik di wilayahnya. Ia mewanti-wanti agar setelah proyek rampung, area strategis tersebut tidak lagi dibiarkan kotor dan kembali menjadi tempat pembuangan sampah maupun kayu hanyut.
Pertaruhan nama baik daerah menjadi alasan utamanya, mengingat Jalan Ahmad Yani berada di jantung kota dan menjadi “wajah” utama Tanjung Redeb yang langsung terlihat dari arah sungai. Guna menyulap kawasan tersebut secara maksimal, Pemkab Berau melirik peluang kerja sama dengan sektor swasta melalui optimalisasi dana Corporate Social Responsibility (CSR).
“Ini waktunya kita untuk bekerja sama memaksimalkan CSR,” pungkas Sri.
Di akhir peninjauan, Sri menyampaikan apresiasi terbuka kepada PT Spill yang menunjukkan iktikad baik dan siap bertanggung jawab penuh atas seluruh kerusakan akibat insiden kapal barang tersebut. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina







