benuanta.co.id, BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memperkuat sinergi lintas sektor guna mendongkrak kualitas layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di wilayahnya. Langkah ini ditegaskan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Bunda PAUD yang digelar selama dua hari.
Forum tahunan tersebut menjadi ajang krusial untuk menyamakan persepsi, mengevaluasi capaian program, sekaligus menyusun langkah strategis penyelenggaraan PAUD di seluruh penjuru Kabupaten Berau.
Bupati Berau sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Berau, Sri Juniarsih, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pengurus Bunda PAUD di tingkat kecamatan, kelurahan, hingga kampung atas komitmen mereka mendampingi tumbuh kembang anak.
Sri Juniarsih menilai, investasi terbaik bagi masa depan daerah tidak dimulainya saat anak menginjak usia dewasa, melainkan sejak usia dini.
Masa golden age ini menjadi fondasi paling menentukan dalam membentuk karakter, kecerdasan, kreativitas, hingga sikap mandiri seorang anak.
“PAUD tidak boleh dipandang hanya sebagai tempat bermain atau penitipan anak, tetapi menjadi fondasi utama dalam menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tegas Sri Juniarsih, Sabtu (8/8/2026).
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa layanan PAUD merupakan hak dasar yang wajib diperoleh setiap anak.
Tak sekadar pendidikan formal dasar, anak-anak juga berhak mendapatkan jaminan akses kesehatan, gizi seimbang, perlindungan diri, sanitasi layak, serta dokumen administrasi kependudukan yang terintegrasi.
Guna mewujudkan hal tersebut, Sri Juniarsih mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk mengimplementasikan pendekatan PAUD Holistik Integratif secara masif.
Melalui pendekatan holistik ini, pengayoman terhadap anak tidak hanya tertumpu pada aspek akademis, melainkan mencakup kesehatan, pola pengasuhan, perlindungan, kesejahteraan, hingga legalitas identitas kependudukan.
Pemkab Berau juga menyatakan kesiapan penuh mendukung program strategis Pemerintah Pusat terkait Wajib Belajar 13 Tahun, yang mewajibkan satu tahun prasekolah sebelum masuk Sekolah Dasar (SD).
“Kami mengajak seluruh Bunda PAUD menjadi motor penggerak dalam menyukseskan kebijakan ini dengan mengedukasi masyarakat agar seluruh anak usia 4–6 tahun memperoleh akses layanan PAUD yang berkualitas,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Berau, Mardiatul Idalisah, menyebutkan bahwa rakor ini menjadi momentum menyatukan visi seluruh pengurus dan instansi terkait.
Langkah koordinasi strategis dari tingkat kabupaten hingga kecamatan ini dinilai vital agar seluruh eksekusi program di lapangan berjalan selaras dan tidak tumpang-tindih.
“Melalui rakor ini kami menyamakan persepsi, memperkuat kerja sama, sekaligus menyusun program kerja yang nantinya menjadi pedoman pelaksanaan kegiatan Bunda PAUD, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan,” papar Mardiatul.
Ia menambahkan, penguatan PAUD merupakan bagian dari amanat Sistem Pendidikan Nasional yang menitikberatkan pada pembentukan mental, karakter, dan kesiapan transisi anak menuju jenjang dasar.
“Lewat Rakor Bunda PAUD Berau 2026, Pemkab Berau menargetkan lahirnya berbagai inovasi layanan yang inklusif dan berkualitas, sehingga seluruh anak di Berau memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh optimal,” pungkasnya. (adv)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Ramli







