benuanta.co.id, TARAKAN – Pasca salah satu pesawat angkut yang digunakan untuk distribusi ke Krayan, Kabupaten Nunukan mengalami kecelakaan beberapa waktu lalu, PT Pertamina Patra Niaga memastikan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) ke wilayah perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara) tetap berjalan normal hingga saat ini.
Fuel Terminal Manager Tarakan PT Pertamina Patra Niaga, Harjo Soma Pangestu, mengatakan distribusi BBM melalui jalur udara tidak terhenti karena masih didukung armada lain yang berada dalam kontrak operasional Pertamina.
“Pesawat angkut itu untuk moda udara ke daerah Krayan. Kami berkontrak dua pesawat Air Tractor. Satu dengan Pelita Air Service, satunya lagi dengan Patra Log. Yang kemarin kecelakaan itu dari Pelita Air Service, kami masih ada satu lagi moda udara dari Patra Log,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, distribusi BBM ke wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) tetap menjadi prioritas melalui Program BBM Satu Harga yang masih terus berlangsung di Kaltara.
Dirinya menyebut program tersebut masih melayani sejumlah daerah perbatasan, seperti Krayan, serta wilayah lain di Kabupaten Malinau, Bulungan, Kabupaten Tana Tidung (KTT), hingga Nunukan sesuai dengan permintaan retail maupun lembagapenyalur.
Sementara itu, Fuel Terminal (FT) Tarakan saat ini melayani distribusi BBM untuk seluruh wilayah Provinsi Kaltara, meliputi Kota Tarakan serta empat kabupaten, yakni Bulungan, Malinau, Nunukan, dan Kabupaten Tana Tidung.
Di sisi lain, Pertamina memastikan stok BBM di FT Tarakan dalam kondisi aman. Rata-rata ketersediaan seluruh jenis BBM berada di atas tujuh hari dan akan terus diperbarui melalui pasokan rutin dari Balikpapan sebelum stok menipis.
“Stok BBM kami rata-rata di atas seminggu. Jangan diartikan seminggu itu habis. Sebelum stok habis, ketika tinggal sekitar empat hari, kapal suplai dari Balikpapan sudah datang lagi,” jelasnya.
Setiap pengiriman membawa sekitar 5.000 hingga 7.000 kiloliter (KL) BBM yang terdiri atas Pertalite, Pertamax, dan Biosolar. Pihaknya juga memastikan distribusi melalui jalur laut hingga kini tidak menemui hambatan cuaca. Ia menjeaskan, posisi dermaga FT Tarakan yang langsung menghadap laut lepas menjadi keunggulan karena kapal pengangkut tidak bergantung pada kondisi pasang surut sungai.
“Jetty FT Tarakan langsung ke laut lepas, sehingga kapal bisa langsung sandar. Alhamdulillah sejauh ini tidak ada kendala untuk suplai maupun distribusi,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Endah Agustina







