benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Sekolah favorit masih menjadi tujuan utama para calon murid baru pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kalimantan Utara (Kaltara). Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara pun mengimbau para orang tua untuk tidak hanya terpaku pada satu sekolah, melainkan juga mempertimbangkan sekolah lain yang masih memiliki peluang lebih besar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kaltara, Hasanuddin mengatakan, masyarakat dapat memantau perkembangan pendaftaran secara terbuka sehingga dapat mengetahui posisi nilai anaknya dibandingkan dengan pendaftar lain. Dengan demikian, orang tua dapat segera mengambil langkah apabila peluang diterima di sekolah tujuan semakin kecil.
“Kalau sudah dibawa itu, kita minta orang tua segera bertindaklah, mencari tempat-tempat yang lain. Semua sudah bisa dilihat. Misalnya dia mau masuk ke SMA 2 Tanjung Selor, dia bisa lihat dulu, nilai anak saya segini. Jadi kalau di sana ternyata tidak diterima juga, masih ada waktu mencari sekolah lain,” ujarnya Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, SMA Negeri 1 Tanjung Selor masih menjadi salah satu sekolah yang paling diminati masyarakat. Tingginya jumlah pendaftar membuat persaingan semakin ketat sehingga masyarakat perlu menyiapkan pilihan sekolah lain.
“Yang favorit, yang paling banyak itu SMA 1 Tanjung Selor,” katanya.
Ia menegaskan bahwa sistem seleksi SPMB bukan berdasarkan siapa yang lebih cepat mendaftar, melainkan berdasarkan nilai dan ketentuan yang telah diatur dalam petunjuk teknis.
“Ini bukan cepat-cepatan, tapi berdasarkan nilai sesuai dengan juknis yang ada,” jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan perkembangan pendaftaran jalur prestasi per Kamis (18/6/2026), jumlah pendaftar terbanyak berasal dari Kota Tarakan. Kabupaten Bulungan menempati urutan kedua dengan jumlah pendaftar yang juga cukup tinggi dan disusul Kabupaten Nunukan.
Sedangkan jumlah pendaftar jalur prestasi di Kabupaten Malinau dan Kabupaten Tana Tidung masih relatif sepi dibandingkan daerah lainnya. Disdikbud Kaltara memperkirakan jumlah pendaftar masih akan terus bertambah hingga batas akhir pendaftaran, mengingat sebagian calon murid dengan nilai tinggi biasanya memilih mendaftar menjelang penutupan.
“Kalau nilai anaknya bagus, ada prestasi luar biasa tingkat nasional, tingkat provinsi, dia tenang-tenang saja. Tapi jangan satu jam sebelum tutup baru mendaftar. Kasihan teman-teman yang di bawah itu, mereka perlu waktu untuk mencari sekolah lain,” tuturnya.
Disdikbud Kaltara berharap keterbukaan informasi selama proses SPMB dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melihat peluang secara objektif dan tidak hanya berfokus pada sekolah favorit. Dengan begitu, pemerataan pendidikan di sekolah negeri maupun swasta dapat berjalan lebih baik.
“Salah satu cara pemerataan sekolah ini, baik negeri maupun swasta,” pungkasnya. (adv)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli








