benuanta.co.id, BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau akhirnya menemui titik terang terkait masalah pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) bagi siswa sekolah yang belakangan sempat viral di media sosial.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengonfirmasi kesepakatan penggunaan lahan milik PT Tangguh Redjeki Nusantara (TRH) telah resmi dicapai. Langkah ini diambil guna mempercepat penyediaan sarana belajar bagi para siswa yang tidak bisa menunggu terlalu lama.
“Nah, itu sudah disepakati dari pihak TRH. Kita tahu sendiri namanya perusahaan kan banyak prosedur yang harus dilewati, tapi di sisi lain anak-anak sekolah kan tidak bisa menunggu lama. Mereka harus cepat sekolah,” ujar Gamalis saat ditemui usai rapat persiapan Rakorda FKUB Se-Kaltim, di Berau Rabu (5/8/2026).
Gamalis menyampaikan apresiasinya kepada pihak perusahaan yang telah memberikan izin pemanfaatan lahan tersebut walau dengan status pinjam pakai.
“Artinya, kita terima kasih banyak mereka menyiapkan lahan walaupun pinjam pakai, dan mereka akan menyiapkan bangunan,” lanjutnya.
Meski telah mendapatkan izin pembangunan, Gamalis menjelaskan status tanah tempat RKB tersebut berdiri saat ini belum di-enclave atau dikeluarkan secara penuh dari konsesi perusahaan.
“Itu kan masih dalam status belum di-enclave. Masih status milik TRH, tapi dipinjamkan ke kita,” jelas Gamalis.
Dalam kesepakatan tersebut, rencananya akan dibangun sebanyak tujuh unit RKB. Bangunan tersebut nantinya akan difungsikan untuk kegiatan belajar mengajar serta fasilitas pendukung bagi tenaga pengajar.
“Kalau menurut mereka kemarin itu ada 7 RKB. Satu ruang guru, sisanya kelas 1 sampai 6,” sebutnya.
Terkait progres fisik di lapangan, Gamalis mengaku belum mengetahui secara rinci persentase pengerjaannya. Namun, ia menekankan pentingnya percepatan pembangunan agar fasilitas tersebut bisa segera ditempati oleh para murid.
Bahkan, para ketua RT setempat berharap pembangunan RKB sementara ini bisa rampung dalam kurun waktu yang sangat singkat.
“Selesai pembangunannya kita belum tahu sampai di mana progresnya, tapi harus cepat itu. Kalau hitungan kawan-kawan Ketua RT itu dua minggu harus selesai. Makanya mereka harus super cepat bangun karena mengejar anak-anak sekolah ini,” tegas Gamalis.
Gamalis juga menambahkan spesifikasi bangunan dibuat cukup solid agar aman digunakan para siswa. “Mudah-mudahan progresnya bisa secepatnya. Saya dengar itu agak sedikit permanen, lantainya dibuat lantai beton. Kalau dindingnya kita belum tahu seperti apa RAB mereka,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina







