benuanta.co.id, BERAU – Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyoroti makin kompleksnya tantangan dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di era keterbukaan informasi. Ia menyebut pesatnya arus informasi di media sosial kerap memicu polarisasi di tengah masyarakat yang berpotensi memecah belah persatuan.
Bahkan, Gamalis menggambarkan fenomena hubungan dan persepsi publik di era digital saat ini dengan kalimat menohok.
“Hampir ada bahasa itu, ‘apapun yang kita lakukan pasti salah’. Karena sudah ada blok atau kubu-kubu ya. Jika kita melakukan A, maka yang pro akan membela, yang non-pro akan kontra, begitu juga sebaliknya,” ujar Gamalis saat memberikan sambutan dalam pembukaan Rakerda FKUB se-Kaltim.
Gamalis menegaskan pembangunan suatu daerah tidak hanya bisa diukur dari kemajuan fisik, seperti infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi semata. Pembangunan yang sesungguhnya adalah pembangunan yang mampu menghadirkan rasa aman dan menguatkan rasa persaudaraan.
Oleh karena itu, penguatan moderasi beragama menjadi pondasi utama yang tidak boleh ditawar untuk membendung paham-paham yang kontraproduktif dengan persatuan bangsa.
“Sikap saling menghormati, toleransi, dialog, dan gotong royong merupakan nilai-nilai luhur yang harus terus kita pelihara sebagai karakter masyarakat Indonesia,” tegas Gamalis.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Berau memberikan apresiasi tinggi kepada FKUB, baik tingkat kabupaten maupun provinsi, yang terus konsisten menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kondusivitas daerah. FKUB dinilai memiliki peran kunci dalam menyerap aspirasi, mengedukasi masyarakat, serta menyediakan ruang penyelesaian masalah melalui musyawarah sebelum sebuah isu membesar.
“Kerukunan umat beragama merupakan sebuah pondasi yang sangat penting. Ketika pondasi ini rapuh, maka hal-hal lain seperti perekonomian dan pembangunan akan runtuh. Tetapi jika kuat, pembangunan akan jauh lebih mudah diwujudkan,” jelasnya.
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam merawat keberagaman, Kabupaten Berau menyatakan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Daerah (Rakerda) FKUB se-Kalimantan Timur pada tahun 2027 mendatang.
Gamalis berharap momentum ini dapat melahirkan berbagai gagasan serta langkah strategis demi menjaga keharmonisan masyarakat Kaltim secara berkelanjutan.
“Dengan kolaborasi yang kuat, saya yakin kita mampu menjaga ini semua. Marilah kita terus menjaga keberagaman sebagai sebuah kekuatan demi masa depan Kabupaten Berau yang semakin maju dan sejahtera,” tutupnya. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina







