Wakil Bupati Nunukan Ingatkan Pentingnya Melestarikan Bahasa Daerah

benuanta.co.id, NUNUKAN – Indonesia beragam suku, adat istiadat, agama , ras kebudayan dan beragam bahasa daerah masing–masing, yang memiliki perbedaan bahasa dan gaya penuturan bahasa (dialek) contoh “Bah” dalam bahasa orang Kaltara, yang artinya iya.

Wakil Bupati Nunukan H. Hanafiah, mengatakan perihatin juga melihat anak-anak muda yang saat ini melupakan bahasa lokal. Banyak juga menemukan darah lain perkenalan bahasa lokal tidak mampu.

“Ini adalah kelemahan, seharusnya kita mampu berbahasa lokal secara baik, tapi ada beberapa yang tidak bisa,” kata H. Hanafiah, Jumat (9/12/2022).

Baca Juga :  Cegah Kebakaran, Damkar Nunukan Gencarkan Inspeksi dan Penyuluhan di Kios Penjual BBM

Lingkungan sekitar juga harus dipahami sehingga bisa mempererat komunikasi, karena bahasa itu adalah alat komunikasi, yang dapat menjaga keutuhan NKRI, dan kesatuan jika ada konflik antara bahasa juga mempermudah lebih damai , tapi jika kurang dipahami secara baik itu bisa menghambat ketika membutuhkan sesuatu.

“Kita harus bisa dituntut memahami bahasa daerah kita sendiri,” jelasnya.

Baca Juga :  Polisi Bongkar Komplotan Pencuri Sawit dan Pisang di Sebatik Timur, Temukan Barang Bukti Tertinggal di TKP

H. Hanafiah mengatakan, jangan sampai melupakan bahasa daerah, jika lupa berarti sudah melupakan pahlawan dahulu yang sudah terlebih dahulu bahasa sehari-harinya menggunakan bahasa daerah.

“Seharusnya kita juga sebagai generasi yang dulunya menggunakan bahasa daerah dan mungkin sekarang sudah banyak belajar bahasa luar, harus tetap mengingat bahkan menggunakan sehari-harinya bahasa daerah asal kita,” pungkasnya.(*)

Baca Juga :  Diduga Korsleting Listrik, Gereja Katolik Santo Yosep di Tulin Onsoi Ludes Terbakar

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *