benuanta.co.id, NUNUKAN – Seperti pepatah “malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih”. Begitulah nasib Sabran (32), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Nunukan. Upayanya menghindari seekor anjing menyeberang jalan berujung kendaraanya masuk jurang sedalam sekitar 30 meter.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Sei Fatimah RT 03, Desa Binusan, Senin pagi (15/6) tepatnya di sekitar jalan pintas menuju rumah sakit. Pengendara diketahui bernama Sabran (32), warga Binusan, yang saat itu sedang dalam perjalanan menuju tempat kerjanya di Kota Nunukan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Nunukan, Wahyudin, mengatakan pihaknya menerima laporan permintaan bantuan evakuasi kendaraan sekitar pukul 07.35 WITA.
“Pengendara menghubungi petugas setelah sepeda motornya masuk ke jurang. Tim rescue langsung bergerak ke lokasi dengan membawa peralatan evakuasi,” kata Wahyudin.
Menurutnya, kejadian bermula saat Sabran melintas di lokasi dan dikejutkan oleh seekor anjing yang tiba-tiba menyeberang jalan. Untuk menghindari tabrakan, pengendara secara refleks membelokkan stang sepeda motor dan melompat dari kendaraan.
Akibat manuver tersebut, sepeda motor terus melaju tanpa kendali hingga terperosok ke dalam jurang yang berada di sisi jalan.
Setibanya di lokasi, petugas Damkar melakukan asesmen dan menyiapkan proses evakuasi kendaraan. Medan yang cukup curam membuat petugas harus menggunakan dua utas tali masing-masing sepanjang 50 meter untuk menarik sepeda motor dari dasar jurang.
“Proses evakuasi berlangsung sekitar 30 menit. Berkat kerja sama tim, kendaraan berhasil diangkat ke atas tanpa kendala berarti,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, pengendara mengalami luka pada bagian kaki akibat terjatuh dan terseret di badan jalan saat berusaha menyelamatkan diri.
Sementara itu, kondisi sepeda motor mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada bagian depan akibat benturan saat terjun ke jurang.
Wahyudin mengimbau pengguna jalan agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama di ruas jalan yang rawan dilintasi hewan liar maupun hewan peliharaan yang lepas.
“Keselamatan tetap menjadi prioritas. Pengendara diharapkan menjaga kecepatan dan tetap waspada terhadap potensi gangguan di jalan yang bisa muncul secara tiba-tiba,” tutupnya. (*)
Reporter: Soni Irnada
Editor: Ramli








