Kunjungan Wisman ke Nunukan Turun 39 Persen

benuanta.co.id, NUNUKAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melalui pintu keimigrasian mengalami penurunan pada Juni 2026. Meski demikian, sektor akomodasi justru menunjukkan kinerja positif dengan meningkatnya tingkat penghunian kamar (TPK) hotel dan penginapan di wilayah perbatasan.

Kepala BPS Kabupaten Nunukan, Iskandar Ahmaddien, mengatakan jumlah kunjungan wisman pada Juni 2026 tercatat sebanyak 1.376 kunjungan, turun 888 kunjungan dibandingkan Mei 2026 yang mencapai 2.264 kunjungan.

“Penurunan ini terjadi secara bulanan. Namun jika dibandingkan Juni tahun lalu, jumlah kunjungan wisman masih menunjukkan peningkatan,” kata Iskandar.

Baca Juga :  Hermanus Dorong Hubungan Eksekutif-Legislatif Miliki Dasar Hukum yang Jelas

Ia menjelaskan, sepanjang periode Juni 2025 hingga Juni 2026, jumlah kunjungan wisman tertinggi terjadi pada Desember 2025 sebanyak 3.104 kunjungan, sedangkan yang terendah pada November 2025 sebanyak 878 kunjungan.

Di sisi lain, kondisi perhotelan di Kabupaten Nunukan menunjukkan tren yang lebih baik. BPS mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel dan akomodasi lainnya pada Juni 2026 mencapai 33,08 persen, meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Pemkab Nunukan Pastikan Pasokan BBM Mulai Normal, 300 Ton Telah Didistribusikan

“TPK ini menunjukkan rata-rata kamar hotel yang terjual atau terpakai selama Juni 2026 mencapai 33,08 persen dari seluruh kamar yang tersedia,” terangnya.

Sementara itu, Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT) gabungan wisatawan domestik dan mancanegara pada Juni 2026 tercatat 1,48 hari. Angka tersebut relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya, meski mengalami sedikit penurunan dibanding Mei 2026.

Menurut Iskandar, RLMT merupakan indikator yang menggambarkan rata-rata lama tamu menginap di hotel maupun akomodasi lainnya. Semakin tinggi angka RLMT, semakin lama wisatawan membelanjakan waktu di suatu daerah sehingga dapat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi sektor pariwisata.

Baca Juga :  Wamen P2MI: Perlindungan Pekerja Migran di Kaltara Perlu Diperkuat

“Pada Juni 2026, rata-rata lama menginap tamu asing dan tamu Indonesia tercatat 1,48 hari. Secara tahunan tidak mengalami perubahan yang signifikan,” jelasnya.

BPS berharap berbagai indikator pariwisata di Kabupaten Nunukan terus membaik seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas lintas batas, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya pada sektor perdagangan, jasa, dan perhotelan. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *