Pasca Kebakaran Speedboat di Salimbatu, Basarnas Soroti Pentingnya Standar Keselamatan

benuanta.co.id, TARAKAN – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Tarakan menyoroti pentingnya penerapan standar keselamatan pelayaran menyusul kebakaran speedboat SB Sekatak AAA Kaltara di Sungai Salimbatu, Kabupaten Bulungan, Kamis (6/8/2026).

Kepala Kantor SAR Tarakan, Syahril, mengatakan insiden tersebut berpotensi menimbulkan korban jiwa apabila terjadi di tengah perairan terbuka. Beruntung nakhoda diduga segera mengarahkan kapal ke tepian sungai sehingga seluruh penumpang berhasil menyelamatkan diri.

Baca Juga :  Imbas Efisiensi Anggaran, Beasiswa Kaltara Unggul 2026 Alami Perubahan Skema

“Kalau kejadian seperti ini terjadi di perairan terbuka atau di muara, tentu risikonya jauh lebih besar. Bersyukur posisi kapal masih dekat daratan sehingga seluruh penumpang bisa langsung turun ke darat,” ujarnya.

Ia menjelaskan speedboat berbahan fiberglass memiliki karakteristik mudah terbakar sehingga ketika api muncul, badan kapal dapat dengan cepat hangus. Menurutnya, pemenuhan standar keselamatan menjadi tanggung jawab seluruh pihak, baik operator kapal, regulator maupun masyarakat sebagai pengguna jasa transportasi sungai.

Baca Juga :  Ratusan PMI Dipulangkan ke Kaltara Akibat Masalah Keimigrasian

Dirinya mengingatkan penumpang juga harus memastikan ketersediaan dan penempatan life jacket sebelum keberangkatan.

“Jangan hanya tersedia, tetapi juga harus mudah dijangkau. Saat kondisi darurat, akses keluar penumpang juga harus jelas sehingga proses evakuasi tidak terhambat,” ungkapnya.

Syahril menambahkan aspek kelaikan kapal, perlengkapan keselamatan, hingga pemeriksaan sebelum berlayar merupakan kewenangan instansi terkait seperti Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) maupun Balai Pengelola Transportasi Darat dan pelabuhan sesuai kewenangannya. Sementara Basarnas berfokus pada operasi pencarian dan pertolongan ketika terjadi keadaan darurat.

Baca Juga :  Ekonomi Kaltara Tumbuh 4,96 Persen, Sektor Listrik Jadi Penggerak Utama

“Kalau Basarnas tugasnya pada penanganan darurat dan evakuasi korban. Tetapi budaya keselamatan harus menjadi perhatian semua pihak agar kejadian seperti ini tidak menimbulkan korban di kemudian hari,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *