Perbatasan Masih Ditutup, Warga Krayan Manfaatkan Pesawat untuk Kirim Beras

benuanta.co.id, NUNUKAN – Penututupan akses perbatasan Long Midang-Ba Kelalan oleh Pemerintah Sarawak Malaysia sejak awal September 2022 lalu hingga kini mendapat respon oleh masyarakat.

Ketua Asosiasi Pengusaha Perbatasan Indonesia (ASPPINDO) Kecamatan Krayan, Imou Chan membenarkan bahwa pintu perbatasan baik untuk orang, barang maupun keperluan emergency masih tertutup hingga saat ini.

“Kita juga tidak tahu, sampai sekarang perbatasan masih tertutup total itu akses masuk baik untuk orang apalagi barang,” ujar Imou Chan kepada benunata.co.id, Selasa (4/10/2022).

Imou Chan mengatakan, hingga saat ini pihaknya juga belum mendapatkan alasan pasti ihwal ditutupnya pintu perbatasan oleh pihak Pemerintah Sarawak Malaysia.

Apalagi akses perbatasan tersebut merupakan urat nadi dan perputaran ekonomi masyarakat Krayan, terutama dalam memasarkan hasil pertaniannya seperti, beras adan, nanas, garam gunung dan sejumlah hasil pertanian lainnya.

Mengatasi hal tersebut, sebagai pihak yang ditunjuk oleh Pemerintah Provinsi Kaltara dan Kabupaten (Pemkab) Nunukan untuk mengelola Subsidi Ongkos Angkut (SOA), pihaknya memanfaatkan penerbangan SOA tersebut untuk mengangkut hasil pertanian masyarakat berupa beras adan dalam jumlah yang sangat terbatas.

“Kalau mau kita jual lokal semua warga juga punya lahan pertanian, siapa sudah mau membeli kalau di Krayan saja kami jual, selama ini kami hanya menjualnya di Malaysia,” ungkapnya.

Langkah tersebut diambil dengan memanfaatkan kosongnya angkutan SOA sepulang mengirimkan barang-barang bahan pokok untuk warga Krayan.

Dijelaskannya, untuk SOA yang sudah masuk ke Krayan hingga Senin (3/10) sudah ada 6 kali penerbangan, semantara untuk pengiriman beras yang sudah dilakukan sebanyak tiga kali.

“Total sudah ada sekitar ratusan kaleng yang isinya beras yang kita kirim, itu masing-masing kaleng bertanya 15 kilo, itu kita masukan ke dalam karung ada juga di dalam karton lalu dikirim,” bebernya.

Sementara itu, kini beras tersebut telah dijual oleh petani ke pihak ASPPINDO Krayan lalu dikirim ke Tarakan, yang mana nantinya akan disalurkan oleh ASPPINDO Tarakan. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *