NUNUKAN – Mengajar di sekolah – sekolah pedalaman dan terpencil, yang jauh dari hiruk pikuk kehidupan kota tentu akan memberi sensasi dan pengalaman yang luar biasa bagi para sarjana lulusan berbagai kampus yang tergabung dalam program Indonesia Mengajar. Hal itu disampaikan oleh Bupati Nunukan yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Nunukan Muhammad Amin, dalam acara perpisahan tim indonesia mengajar, di kantor Bupati Nunukan lantai 4 Selasa, 16 Februari 2021.
Dikatakan Muhammad Amin, Kegiatan yang tiap tahunnya menjadi wadah silaturahmi antara pihak yang mendukung Indonesia Mengajar ini, menunjukkan bahwa usaha dalam memperbaiki pendidikan Indonesia adalah misi bersama.
Apalagi selama mengajar, mereka juga harus dan bersosialisasi tinggal, berbaur dengan kehidupan masyarakat setempat yang begitu sederhana. Tidak ada sinyal internet, fasilitas listrik sangat terbatas, serta akses transportasi yang mahal dan terbatas adalah gambaran kondisi sulit yang harus dihadapi oleh para guru muda tersebut.
“Kondisi yang bahkan mungkin tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Namun percayalah, bahwa dibalik berbagai kesulitan dan keterbatasan tersebut, tersimpan banyak sekali pelajaran berharga yang dapat kita petik dan ambil hikmahnya,” kata Muhammad Amin.
Dengan menjadi guru muda di daerah pedalaman dan terpencil, maka kepekaan, kegigihan, dan jiwa kepemimpinan akan terasah semakin matang. Semua itu akan menjadi bekal berharga untuk menatap masa depan yang lebih baik. Di sisi lain, kehadiran para guru muda di suatu daerah telah memberi semangat dan ide – ide baru belajar tentang berbagai hal baru dari para guru muda tersebut. kehadiran para mahasiswa dalam program indonesia mengajar seolah telah menjadi jembatan inspirasi dan masuknya berbagai jenis informasi dari kota ke pelosok – pelosok desa.
”Persoalan yang sering dihadapi oleh sekolah di daerah pedalaman dan terpencil, yaitu masalah kekurangan guru, juga bisa teratasi oleh kehadiran program indonesia mengajar ini. Apalagi di tengah situasi pandemi covid 19, seperti saat ini, dimana kegiatan belajar harus dilaksanakan secara online, maka kehadiran para guru muda menjadi sangat relevan.
Walaupun ketiadaan jaringan internet membuat mereka tidak putus semangat. Secara berkeliling, mereka melakukan belajar kelompok dari rumah ke rumah. Metode ini terbukti cukup efektif, sehingga meski tidak bisa melaksanakan pembelajaran online, namun proses belajar mengajar kepada para murid masih tetap bisa berjalan.
Sejak digagas pertama kali pada tahun 2011 lalu, program indonesia mengajar terus mengalami peningkatan yang luar biasa. Sambutan para murid, orang tua murid, masyarakat dan pemerintah daerah di berbagai wilayah di tanah air juga sangat positif. Untuk di Kabupaten Nunukan, program Indonesia mengajar telah dilaksanakan selama beberapa tahun seperti di wilayah sebuku, sembakung, lumbis dan krayan.
“Alhamdulillah, selama itu pula masyarakat selalu memberikan sambutan dengan penuh antusias. untuk itu, atas nama pemerintah Kabupaten Nunukan, saya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh anggota tim program indonesia mengajar tahun 2020. semoga kerjasama dan sinergi yang baik seperti ini dapat terus terjaga demi tujuan mulia kita mencerdaskan kehidupan bangsa,” harapnya.
Setelah kurang lebih satu tahun mengajar, berbaur dan hidup bersama sama dengan masyarakat di wilayah pedalaman dan terpencil, Muhammad Amin yakin selama itu pula telah terjalin hubungan batin dan ikatan emosional yang kuat. keterikatan itu akan selalu diingat, dan menjadi penyemangat bagi para murid yang ditinggalkan untuk terus belajar dan berprestasi. keterikatan itu juga dia harapkan mampu semakin merajut dan menguatkan semangat kebangsaan di tengah berbagai keragaman yang ada.(*)
Reporter: Darmawan
Editor: Ramli







