benuanta.co.id, NUNUKAN – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tanjung Aru tidak hanya fokus pada penyelesaian pembangunan gerai, tetapi juga mulai menyiapkan sumber daya manusia yang akan menjalankan roda usaha koperasi. Hingga saat ini, progres pembangunan fisik gerai telah mencapai sekitar 30 persen.
Ketua Pengawas KDMP Tanjung Aru, Budiman, mengatakan persiapan operasional koperasi dilakukan secara bertahap agar setelah pembangunan selesai, gerai dapat langsung berfungsi dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Alhamdulillah pembangunan berjalan sesuai rencana dan saat ini sudah mencapai kurang lebih 30 persen. Kami berharap prosesnya terus lancar hingga selesai sehingga koperasi bisa segera beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Menurut Budiman, salah satu fokus yang tengah dipersiapkan adalah perekrutan pengelola koperasi. Warga yang belum memiliki pekerjaan tetap akan menjadi prioritas untuk dilibatkan dalam pengelolaan KDMP.
Namun demikian, keterlibatan masyarakat tetap harus dibarengi dengan komitmen dan tanggung jawab dalam menjalankan usaha koperasi.
“Kami ingin memberikan kesempatan kepada masyarakat yang belum memiliki pekerjaan. Tetapi yang terlibat nantinya harus memiliki komitmen, kemauan bekerja, dan keseriusan untuk membangun koperasi bersama-sama,” ujarnya.
Ia menilai kehadiran koperasi dapat menjadi solusi dalam membuka peluang kerja sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Menurutnya, masih banyak warga yang memiliki kemampuan dan potensi, tetapi belum mendapatkan kesempatan kerja yang memadai.
“Program ini hadir untuk membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat. Kami berharap koperasi bisa menjadi tempat bagi warga untuk berkembang sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” tambahnya.
Selain menyiapkan sumber daya manusia (SDM), pengurus KDMP juga mulai merancang berbagai unit usaha yang akan dijalankan setelah gerai beroperasi. Usaha yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat dan sektor pariwisata dinilai memiliki peluang cukup besar untuk dikembangkan.
“Kami tidak ingin koperasi hanya berdiri sebagai bangunan semata. Harus ada aktivitas usaha yang benar-benar berjalan dan menghasilkan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa,” jelas Budiman.
Ia menyebut lokasi gerai yang berada di kawasan Tanjung Aru menjadi nilai tambah tersendiri. Potensi wisata yang terus berkembang di wilayah tersebut dinilai dapat menjadi peluang bagi koperasi untuk mengembangkan berbagai jenis usaha.
“Posisi gerai sangat mendukung. Potensi wisata di Tanjung Aru cukup besar dan bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan bagi koperasi maupun masyarakat sekitar,” katanya.
Beberapa sektor yang dinilai potensial antara lain usaha kuliner, pemasaran produk UMKM, hingga layanan pendukung kegiatan wisata. Melalui usaha-usaha tersebut, koperasi diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Meski optimistis terhadap prospek pengembangan usaha, Budiman mengakui masih terdapat tantangan yang perlu disiapkan, terutama terkait kebutuhan modal pada tahap awal operasional.
“Kami sudah menyiapkan konsep dan rencana usaha. Tantangan berikutnya adalah bagaimana memastikan dukungan modal tersedia sehingga operasional koperasi bisa langsung berjalan setelah pembangunan selesai,” ungkapnya.
Pihaknya berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk memperkuat permodalan koperasi. Menurutnya, dukungan tersebut penting agar berbagai program usaha yang telah direncanakan dapat segera direalisasikan.
“Dukungan itu sangat penting karena tujuan besar koperasi ini bukan hanya membangun usaha, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan menggerakkan ekonomi desa,” tuturnya.
Budiman optimistis KDMP Tanjung Aru dapat berkembang menjadi salah satu koperasi percontohan di wilayah Sebatik. Dengan dukungan masyarakat dan berbagai pihak, koperasi tersebut diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus mendukung pengembangan potensi wisata Tanjung Aru. (*)
Reporter: Soni Irnada
Editor: Ramli








