Panen Jagung Perdana di Nunukan Selatan, Petani Dorong Perluasan Lahan dan Dukungan Nyata

benuanta.co.id, NUNUKAN – Panen jagung perdana yang dilakukan Kelompok Tani Merah Putih Nunukan di Jalan Eks Bandara RT 07, Kelurahan Selisun, Kecamatan Nunukan Selatan, Kamis (14/5/2026), menjadi sinyal tumbuhnya semangat penguatan ketahanan pangan di wilayah perbatasan.

Kelompok tani binaan Dewan Pengurus Pusat Komunitas Etnis Indonesia Bersatu (DPP-KIB) itu mulai menunjukkan hasil budidaya jagung yang diharapkan mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah.

Camat Nunukan Selatan, Sahaluddin, menyebut ketahanan pangan kini menjadi isu penting yang tidak hanya berkaitan dengan sektor pertanian, tetapi juga menyangkut stabilitas daerah dan nasional. Menurutnya, pemerintah daerah terus mendorong penguatan sektor pertanian melalui berbagai program pendukung.

“Ketahanan pangan ke depan menjadi hal yang sangat penting. Karena itu pemerintah terus mendorong dukungan melalui bantuan pupuk, bibit, alat pertanian, hingga pembangunan jalan usaha tani,” ujar Saha pada Sabtu (16/5/2026).

Ia menilai wilayah perbatasan seperti Nunukan memiliki potensi besar untuk pengembangan komoditas pangan, termasuk jagung. Dengan dukungan yang berkelanjutan, sektor pertanian diyakini dapat menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris DPP KIB Kalimantan Utara, Muhammad Andi Lempong, menegaskan para petani masih membutuhkan dukungan konkret agar produksi jagung dapat berkembang lebih maksimal. Mulai dari ketersediaan bibit unggul, pupuk yang mudah diperoleh, hingga penggunaan alat pertanian modern.

Menurutnya, pengembangan lahan jagung perlu diperluas hingga mencapai maksimal 100 hektare di setiap desa agar produksi dapat meningkat secara signifikan.

Selain itu, petani juga berharap adanya akses pasar yang lebih luas serta pembangunan infrastruktur pertanian yang memadai agar hasil panen memiliki nilai jual lebih baik.

“Kalau dukungan pemerintah benar-benar hadir, jagung bukan hanya menjadi komoditas unggulan, tetapi juga bisa meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan di daerah perbatasan,” ujarnya. (*)

Reporter: Soni Irnada

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *