10 Kecamatan Terdampak Banjir di Nunukan, BPBD Siaga Penuh

benuanta.co.id, NUNUKAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan menetapkan status siaga penuh menyusul banjir yang melanda 10 kecamatan pada puncaknya, 25 Februari 2026.

Hingga saat ini, sebagian besar wilayah dilaporkan mulai surut, namun Kecamatan Sembakung masih mengalami kenaikan debit air.

Kepala Sub Bidang Penyelamatan BPBD Nunukan, Hasanuddin, menyampaikan bahwa banjir mulai terjadi pada 23–24 Februari, namun mencapai puncaknya pada 25 Februari dengan dampak meluas di sejumlah wilayah.

Enam kecamatan terdampak berada di sepanjang Sungai Sembakung, yakni Lumbis Hulu, Lumbis Pansiangan, Lumbis Ogong, Lumbis, Sembakung Atulai dan Sembakung.

Selain itu, tiga kecamatan di wilayah Krayan Raya, seperti Krayan, Krayan Timur dan Krayan Barat, serta Kecamatan Sebuku turut terdampak, untuk wilayah Sebuku, kondisi air dilaporkan telah surut.

“Secara umum wilayah yang terdampak sudah mulai surut, kecuali Sembakung yang saat ini justru mengalami kenaikan karena merupakan daerah paling hilir dan paling rendah, air kiriman dari hulu saat ini masuk ke wilayah tersebut,” Ujar Hasan, pada Jumat (27/02/26).

Baca Juga :  DPRD Kaltara Dorong Perlindungan Koperasi dan UMKM Melalui Raperda

Hasan mengatakan bahwa di Kecamatan Lumbis, ketinggian air sempat mencapai lebih dari satu meter dan merendam badan jalan hingga waktu Magrib pada 25 Februari.

Namun, berdasarkan laporan terbaru, air telah surut lebih dari satu meter dan akses jalan kembali terlihat, meskipun masih menyisakan material lumpur, kayu dan pohon yang terbawa arus.

Menurutnya, BPBD bersama unsur terkait kini fokus melakukan pembersihan fasilitas umum, termasuk masjid dan sekolah yang sebelumnya tidak dapat digunakan.

“Beberapa masjid telah kembali difungsikan untuk pelaksanaan ibadah Tarawih, sementara sekolah masih dalam tahap pembersihan agar aktivitas belajar mengajar dapat segera berjalan normal,” jelasnya.

Baca Juga :  Niat Buka Lahan Perkebunan, Berujung Kebakaran di Jalan Ujang Dewa Sedadap

Sementara itu, kondisi di Sembakung masih menjadi perhatian, tinggi muka air yang normalnya berada di angka 3 meter, pada 25 Februari tercatat naik sekitar 70 sentimeter.

“Pagi ini kenaikan dilaporkan lebih dari 80 sentimeter dan berpotensi mencapai satu meter,” tuturnya.

Hasanuddin juga mengingatkan bahwa pada Januari lalu, dua kecamatan di wilayah Sembakung dan Sembakung Atulai sempat ditetapkan dalam status darurat banjir.

“Banjir kali ini memiliki intensitas lebih besar dibandingkan kejadian sebelumnya, karena di Lumbis air bahkan naik hingga ke badan jalan dengan ketinggian sekitar satu meter,” ungkapnnya.

Pada puncak banjir, sebagian besar aktivitas masyarakat sempat terhenti dan sejumlah warga mengungsi ke pos-pos BPBD.

Namun seiring surutnya air di beberapa wilayah, warga telah kembali ke rumah masing-masing.

Baca Juga :  Naikkan Nilai Jual, DKPP Nunukan Gelar Pelatihan Pengolahahan Biji Kakao Sebatik

Menurut Hasan, BPBD Kabupaten Nunukan saat ini tetap siaga dan berkoordinasi dengan BMKG menyusul adanya peringatan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam beberapa hari ke depan.

“Antisipasi banjir susulan, terutama di wilayah yang masih mengalami kenaikan debit air, selain itu kami juga mengingatkan masyarakat di sepanjang Sungai Sembakung hingga wilayah hulu Lumbis untuk mewaspadai keberadaan satwa liar seperti buaya yang berpotensi masuk ke permukiman saat banjir, warga diimbau membatasi aktivitas di perairan guna menghindari risiko yang tidak diinginkan,”imbuhnya.

Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan, BPBD Nunukan bersama pemerintah kecamatan dan personel di lapangan tetap melakukan pemantauan intensif serta memastikan langkah penanganan dan pemulihan berjalan optimal. (*)

Reporter: Soni Irnada

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *