benuanta.co.id, NUNUKAN – Momentum Hari Raya Iduladha di Kabupaten Nunukan menyebabkan peningkatan volume sampah di sejumlah titik, terutama di kawasan permukiman, pasar, hingga lokasi penyembelihan hewan kurban. Tumpukan sampah didominasi limbah rumah tangga, plastik kemasan, serta sisa hasil pemotongan hewan kurban.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nunukan pun mengerahkan petugas tambahan untuk mempercepat proses pengangkutan sampah agar tidak menumpuk terlalu lama dan menimbulkan bau tidak sedap.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Nunukan, Muhammad Irfan Akmad mengatakan, peningkatan volume sampah saat momen hari besar keagamaan memang terjadi setiap tahun, termasuk saat Iduladha.
“Peningkatan sampah cukup terlihat di beberapa titik, khususnya dari aktivitas masyarakat dan pelaksanaan kurban. Petugas kami tetap siaga untuk melakukan pengangkutan agar lingkungan tetap bersih,” ujarnya.
Irfan membeberkan, untuk volume sampahnya, jika hari biasa petugas mampu mengangkut total keseluruhan 25 hingga 30 ton per hari, di hari dan pasca Iduladha ini jumlah tumpukan sampah mencapai 45 ton.
Menurutnya, sampah yang paling banyak ditemukan berupa kantong plastik, sisa makanan, hingga limbah organik dari proses penyembelihan hewan kurban. DLH juga melakukan pemantauan di sejumlah TPS agar sampah tidak meluber ke badan jalan.
Ia mengimbau masyarakat untuk lebih disiplin membuang sampah pada tempat yang telah disediakan serta tidak membuang limbah kurban sembarangan.
“Kami berharap masyarakat bisa ikut menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan memilah sampah organik dan nonorganik serta tidak membuang sampah di luar TPS,” katanya.
DLH Nunukan sebelumnya juga telah mengingatkan masyarakat agar menerapkan gerakan minim sampah dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam berbagai momentum hari besar keagamaan. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







