benuanta.co.id, BULUNGAN – Terpusat di depan Museum Kesultanan Bulungan Kecamatan Tanjung Palas, puluhan organisasi kepemudaan dari berbagai daerah di Provinsi Kalimantan Utara berkumpul melaksanakan deklarasi yang bergabung menjadi satu yakni Pemuda Pemudi Kaltara Raya (PAKAR).
Hadir dalam kegiatan itu Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang, Kapolda Kaltara Irjen Pol Daniel Adityajaya, Danrem 092 Maharajalila Brigjen TNI Rifki, Bupati Bulungan Syarwani, Inisiator Pakar Datu Iman Suramenggala, Ketua Formatur Pakar Sabirin Sanyong dan beberapa tokoh masyarakat.
Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang mengatakan PAKAR merupakan wadah besar bagi seluruh kelompok, organisasi kepemudaan dan paguyuban.
“Dengan adanya kelompok dan paguyuban, saya punya gagasan dan ide bagaimana kita bentuk wadah yang lebih besar diatasnya yang membawahi organisasi kepemudaan ini,” ucapnya kepada benuanta.co.id, Sabtu 11 Juni 2022.
Dia mengatakan sebelumnya terbentuknya PAKAR ini, para tokoh-tokoh pun melaksanakan beberapa kali rapat pertemuan. Hingga pada hari Sabtu 11 Juni 2022 dilaksanakan deklarasi.
“Jadi, PAKAR ini tidak tiba-tiba muncul, tapi sudah 4 kali rapat dengan 20 lebih pakar-pakar membahas dan Alhamdulillah sudah terealisasi,” terangnya.
“Saya sampaikan PAKAR terbentuk bukan untuk kepentingan saya di tahun 2024, itu tidak ada. Murni agar pemuda pemudi Kaltara itu bersatu padu, bersama-sama bersinergi membangun Kaltara,” sambungnya.
Adapun kontribusi yang diharapkan dari PAKAR ini, agar pemerintah mendapatkan masukan dan inovasi yang dimiliki. Dirinya yakin dengan ide dan gagasan yang dimiliki para pemuda ini dapat membangun daerahnya.
“Semua organisasi kemasyarakatan, kepemudaan dan sosial itu harus bersinergi dengan pemerintah, tidak jalan sendiri-sendiri,” papar Zainal.
Zainal menuturkan untuk anggaran, tidak ada anggaran khusus dari Pemerintah Provinsi Kaltara, hanya saja sesuai regulasi ini akan ditangani oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltara.
Kata dia, tidak ada batasan untuk memasuki PAKAR ini, jika di beberapa organisasi kepemudaan itu dibatasi usia bisa bergabung. Maka di PAKAR ini semua usia masuk dan segala etnis suku san agama bisa.
“Saya dengar di KNPI itu lebih dari 35 tahun sudah tidak bisa. Tapi di PAKAR ini usianya bisa sampai 65 tahun bisa yang penting semangat muda,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Ramli







