TARAKAN – Olahraga lari semakin populer dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Aktivitas yang relatif mudah dilakukan tanpa membutuhkan banyak perlengkapan khusus ini kini tidak hanya diminati kalangan atlet, tetapi juga masyarakat umum, termasuk mereka yang baru mulai menekuni olahraga lari.
Fenomena tersebut terlihat dari semakin banyaknya kegiatan lari yang diselenggarakan di berbagai daerah. Mulai dari fun run hingga kompetisi lari yang diselenggarakan oleh pemerintah Kalimantan Utara (Kaltara) seperti Kaltara Begimpor yang dengan berbagai kategori jarak, kegiatan ini menawarkan pengalaman berbeda bagi masyarakat untuk berolahraga sekaligus menikmati suasana kebersamaan.
Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara), Denny Harianto, menilai meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga lari tidak terlepas dari perubahan pola hidup, terutama setelah pandemi Covid-19. Kesadaran menjaga kesehatan dan kebugaran mulai menjadi perhatian masyarakat.
Menurutnya, lari menjadi salah satu pilihan olahraga yang mudah dilakukan dan dapat diikuti berbagai kalangan. Tidak sedikit masyarakat yang kemudian menjadikan aktivitas tersebut sebagai rutinitas maupun mengikuti berbagai event lari untuk menguji kemampuan diri.
“Lari ini sangat digandrungi di Indonesia. Kita bisa melihat sendiri di seluruh Indonesia ini menjadi daya tarik tersendiri. Orang berlomba-lomba untuk menjaga kesehatannya. Hal yang paling mudah, tidak perlu apa-apa, kan cuma lari saja,” ujarnya.
Menariknya, peserta dalam berbagai event lari tidak selalu berasal dari kalangan atlet atau pelari profesional. Sebagian masyarakat justru tertarik karena ingin mencoba pengalaman baru, berolahraga bersama banyak orang, hingga menikmati suasana kegiatan yang ramai.
Salah satunya Harlina, yang mengaku mulai tertarik mengikuti kegiatan lari karena penasaran dengan pengalaman mengikuti sebuah event. Meski belum lama menekuni olahraga tersebut, ia sudah mencoba beberapa kegiatan, termasuk Kaltara Begimpor, Fun Run NH Cosmetic Sun dan Fun Run Alumni SMA 1.
“Awalnya karena penasaran ingin mencoba pengalaman ikut event lari. Ternyata seru juga, apalagi bisa olahraga bareng banyak orang, suasananya ramai, dan bisa menambah pengalaman baru,” ungkapnya.
Bagi Harlina, tujuan mengikuti kegiatan lari lebih kepada menjaga kesehatan dan menikmati keseruan selama kegiatan berlangsung. Medali maupun foto menjadi kenang-kenangan tambahan, bukan tujuan utama.
“Lebih ke mencari sehat dan seru-seruan. Saya ingin menikmati suasana event, sekaligus mencoba tantangan untuk menyelesaikan rute lari. Kalau dapat medali dan foto bagus, tentunya jadi bonus dan kenang-kenangan,” tuturnya.
Meski sudah beberapa kali mengikuti event, Harlina mengakui belum rutin melakukan latihan. Biasanya ia hanya melakukan lari atau jogging ketika memiliki waktu luang. Namun, pengalaman mengikuti berbagai kegiatan tersebut membuatnya semakin termotivasi untuk membiasakan diri berolahraga dan meningkatkan stamina.
Selain pengalaman dan suasana kegiatan, fasilitas seperti jersey dan medali juga menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta. Kendati demikian, menurut Harlina, hal yang lebih penting adalah kualitas penyelenggaraan, terutama keamanan rute, kelengkapan fasilitas dan kenyamanan peserta.
“Yang lebih penting adalah penyelenggaraannya bagus, rutenya aman, dan peserta merasa nyaman,” ungkapnya.
Ia berharap semakin banyak kegiatan lari yang diselenggarakan dengan konsep menarik dan persiapan matang. Dengan demikian, event lari tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk memulai kebiasaan hidup sehat, termasuk mereka yang masih pemula.
“Semoga ke depannya saya juga bisa lebih rutin latihan, meningkatkan stamina, dan mencoba tantangan lari dengan jarak yang lebih jauh,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Endah Agustina







