Kolam Renang hingga Panjat Tebing Masuk Peta Kebutuhan Fasilitas Olahraga Kaltara

BULUNGAN – Keterbatasan fasilitas olahraga menjadi salah satu perhatian Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Utara (Kaltara) dalam meningkatkan prestasi atlet di daerah.

Kepala Dispora Kaltara Bustan mengatakan, pemerintah provinsi belum memiliki fasilitas olahraga yang memadai untuk mendukung pembinaan berbagai cabang olahraga. Karena itu, pihaknya tengah mengevaluasi kebutuhan infrastruktur dengan mempertimbangkan cabang olahraga yang berpotensi menyumbangkan medali.

Menurut Bustan, pemenuhan fasilitas tidak bisa dilakukan sekaligus. Dispora perlu menentukan skala prioritas agar anggaran yang diusulkan kepada pemerintah pusat dapat diarahkan pada kebutuhan yang paling mendesak.

“Kita akan petakan cabang-cabang unggulan apa saja yang mungkin belum memiliki fasilitas. Jadi, tidak serta-merta semua cabang olahraga yang kita usulkan bisa disetujui,” ujarnya, Senin (2/11/2026).

Baca Juga :  Christian Pulisic Perpanjang Kontrak Sampai 2031

Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian ialah kolam renang dengan standar representatif. Bustan menilai, ketersediaan fasilitas renang di sejumlah daerah di Kaltara masih perlu dievaluasi untuk menunjang pembinaan atlet.

Selain renang, cabang olahraga panjat tebing, panahan, taekwondo, dan pencak silat juga masuk dalam pertimbangan pemetaan kebutuhan fasilitas.

Ia menyebutkan, cabang olahraga perorangan yang memiliki peluang menyumbangkan banyak medali juga perlu menjadi perhatian. Apalagi, beberapa cabang olahraga tersebut dinilai dapat dikembangkan melalui pembinaan yang terarah dan dukungan sarana yang sesuai standar.

Baca Juga :  Ronaldo Kalahkan Messi dalam Pemilihan Ballon d'Or of All Time

“Kita akan melihat cabang-cabang yang tidak membutuhkan biaya terlalu besar, atau cabang perorangan yang bisa menyumbang banyak medali. Ini yang harus kita kejar,” jelasnya.

Untuk menentukan prioritas, Dispora Kaltara akan berkolaborasi dengan KONI provinsi, KONI kabupaten/kota, serta Dispora di masing-masing daerah. Koordinasi tersebut diperlukan agar kebutuhan fasilitas yang diusulkan benar-benar sesuai dengan kondisi atlet dan program pembinaan di lapangan.

Bustan menegaskan, perencanaan pembangunan fasilitas olahraga juga harus disertai pemetaan kebutuhan tenaga pelatih dan tenaga olahraga. Dengan begitu, sarana yang nantinya dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet.

Baca Juga :  Timnas Indonesia U15 Lolos ke Perempat Final setelah Tekuk Panama 5-3

Usulan pembangunan fasilitas olahraga Kaltara sendiri telah disiapkan dengan perkiraan nilai anggaran sekitar Rp700 miliar. Namun, nilai dan cakupan usulan tersebut masih akan dievaluasi kembali sebelum diajukan melalui mekanisme pemerintah pusat.

Dispora berharap pemetaan kebutuhan ini dapat menghasilkan program pembangunan yang lebih terukur sehingga keterbatasan sarana tidak terus menjadi kendala bagi atlet Kaltara dalam mengejar prestasi di tingkat regional maupun nasional. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Endah Agustina