BULUNGAN – Masyarakat di Kalimantan Utara (Kaltara) diimbau lebih waspada terhadap berbagai faktor yang dapat memicu kambuhnya penyakit asma. Pemicu asma tidak selalu sama pada setiap penderita sehingga penting bagi masyarakat untuk mengenali faktor yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara Usman, mengingatkan penderita asma perlu memahami kondisi tubuh masing-masing dan menghindari faktor pemicu yang berpotensi menimbulkan serangan.
“Berdasarkan edukasi kesehatan yang kami sampaikan terdapat sejumlah faktor yang dapat memicu asma. Di antaranya tungau debu rumah, bulu binatang, perubahan cuaca, serta bau-bauan yang menyengat,” ucapnya, Senin (2/11/2026).
Selain itu, paparan asap rokok, polusi kendaraan bermotor, dan asap rumah tangga juga dapat memicu kambuhnya asma. Faktor lingkungan tersebut perlu menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit asma.
Tidak hanya faktor lingkungan saja, Usman menyebutkan penggunaan obat-obatan tertentu, kelelahan fisik, serta kondisi emosional yang berlebihan juga dapat menjadi pemicu serangan asma pada sebagian orang.
Faktor lainnya meliputi konsumsi makanan dan minuman dingin, penyedap rasa, pengawet serta pewarna makanan. Serbuk sari bunga dan infeksi saluran pernapasan juga termasuk faktor yang perlu diwaspadai.
Usman menekankan pentingnya mengenali pemicu yang berbeda pada setiap individu. Dengan mengetahui faktor pencetusnya, penderita dapat melakukan langkah pencegahan agar risiko kambuhnya asma dapat diminimalkan.
Masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan lingkungan rumah, menghindari paparan asap rokok, serta mengurangi aktivitas di lingkungan dengan tingkat polusi tinggi apabila kondisi tersebut memicu gejala.
Penderita asma yang mengalami keluhan pernapasan juga perlu mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi dan anjuran tenaga kesehatan.
Dinkes Kaltara berharap edukasi mengenai faktor pencetus asma dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan saluran pernapasan. Mengenali pemicu sejak dini menjadi salah satu langkah penting untuk mengendalikan asma dan menjaga kualitas hidup penderita.(*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina








