BULUNGAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Utara (Kaltara) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Masyarakat diminta mengenali gejala dan menerapkan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko penularan penyakit tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara, Usman, menjelaskan ISPA dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Gejalanya antara lain batuk, pilek atau hidung tersumbat, sakit tenggorokan, nyeri saat menelan, demam, sakit kepala, serta nyeri otot dan tubuh terasa lemas.
“Gejala yang perlu diperhatikan di antaranya batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan, hingga nyeri otot. Pada kondisi berat, ISPA juga dapat menyebabkan sesak napas,” jelasnya, Rabu (28/10/2026).
Untuk mencegah ISPA, masyarakat dianjurkan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama setelah beraktivitas dan sebelum makan.
Selain itu, penggunaan masker juga disarankan ketika sedang sakit atau berada di lingkungan dengan kualitas udara yang buruk. Masyarakat juga perlu menghindari paparan asap rokok dan polusi udara yang dapat mengganggu kesehatan saluran pernapasan.
Upaya pencegahan lainnya adalah menjaga sirkulasi udara dan kebersihan lingkungan rumah. Ventilasi yang baik membantu menjaga pertukaran udara di dalam ruangan sehingga lingkungan tempat tinggal lebih sehat.
Masyarakat juga diimbau mengonsumsi makanan bergizi dan melengkapi imunisasi sesuai anjuran tenaga kesehatan untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.
Dinkes Kaltara mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala yang dirasakan, terutama jika kondisi semakin memburuk. Apabila mengalami sesak napas atau gejala berat lainnya, masyarakat perlu segera mencari pertolongan medis di fasilitas kesehatan terdekat.
Melalui penerapan langkah pencegahan tersebut, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan, sekaligus mengurangi risiko penyebaran ISPA di Kaltara. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina








