BULUNGAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengingatkan masyarakat agar mewaspadai penyakit campak dan rubella yang dapat menimbulkan komplikasi serius, terutama pada anak-anak. Imunisasi Measles-Rubella (MR) menjadi salah satu langkah penting untuk melindungi anak dari risiko penularan kedua penyakit tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltara, Usman, mengimbau orang tua untuk memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Upaya ini penting mengingat campak dan rubella tidak hanya menyebabkan gangguan kesehatan ringan, tetapi juga berpotensi menimbulkan komplikasi yang membahayakan.
“Campak ini merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dari kelompok Morbillivirus. Penularannya dapat terjadi melalui percikan cairan dari saluran pernapasan ketika penderita bersin, batuk, atau berbicara. Penularan juga dapat terjadi ketika seseorang menyentuh benda yang terkontaminasi, kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut,” katanya, Kamis (29/10/2026).
Gejala campak, kata Usman, umumnya ditandai dengan demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta munculnya ruam kemerahan pada kulit. Pada kondisi tertentu, penyakit ini dapat berkembang menjadi komplikasi seperti pneumonia, radang otak, diare, hingga gangguan gizi. Bahkan, campak dapat menyebabkan kematian apabila tidak ditangani dengan tepat.
Sementara itu, rubella juga perlu diwaspadai karena berisiko menyebabkan gangguan serius, khususnya apabila infeksi terjadi selama kehamilan. Infeksi rubella pada ibu hamil dapat berdampak pada janin, termasuk menyebabkan kelainan jantung, gangguan pendengaran, katarak kongenital, serta keterlambatan perkembangan.
“Karena itu, perlindungan melalui imunisasi menjadi bagian penting dari upaya pencegahan. Imunisasi MR ditujukan untuk memberikan perlindungan terhadap campak dan rubella sekaligus membantu mengurangi risiko penyebaran penyakit di masyarakat,” jelasnya.
Selain memastikan anak memperoleh imunisasi, orang tua juga perlu menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta memenuhi kebutuhan cairan dan gizi anak. Apabila anak mengalami gejala yang mengarah pada campak, orang tua disarankan segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan.
Anak yang mengalami campak juga perlu menghindari kontak dengan orang lain untuk mengurangi risiko penularan. Penanganan dan pemantauan oleh tenaga kesehatan, terutama jika muncul gejala berat seperti demam tinggi, kejang, atau kondisi yang memburuk.
Dinkes Kaltara mengajak masyarakat memanfaatkan layanan imunisasi yang tersedia di puskesmas, posyandu, sekolah, dan fasilitas kesehatan lainnya. Dengan meningkatkan kesadaran mengenai bahaya campak dan rubella serta memastikan cakupan imunisasi, perlindungan terhadap kesehatan anak di Kaltara diharapkan semakin optimal. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina








