Perdana Turunkan Atlet Putri, POBSI Tarakan Targetkan Emas di Porprov II Kaltara

TARAKAN – Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kota Tarakan siap mengusung misi besar pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara (Kaltara) 2026 di Kabupaten Malinau.

Dengan keikutsertaan atlet putri untuk pertama kalinya, POBSI Tarakan optimis mampu merebut predikat juara umum dan menargetkan raihan medali emas secara maksimal.

Ketua POBSI Kota Tarakan, Asyari Akbar, mengungkapkan kehadiran divisi putri menjadi angin segar sekaligus penguat peluang Tarakan dalam mendongkrak perolehan medali emas pada ajang olahraga bergengsi tingkat provinsi tersebut.

“Untuk laki-lakinya ada 8 emas yang diperebutkan, terus untuk perempuannya sekarang ada 4 emas yang diperebutkan. Jadi total 12 emas. Insya Allah saya targetkan emas minimal itu antara 7 atau 8 emas,” ujar Asyari Akbar saat ditemui, Ahad (1/11/2026).

Baca Juga :  Everton ke Perempat Final Piala Liga Inggris usai Tekuk Newcastle

Pada Porprov I Kaltara tahun 2022 lalu, kontingen biliar Tarakan terpaksa legowo menduduki posisi runner-up dengan raihan 3 medali emas, 4 perak, dan 3 perunggu. Guna melampaui capaian tersebut dan mengamankan gelar juara umum di tahun 2026, POBSI Tarakan memastikan akan menuruti atlet-atletnya di seluruh nomor tanding kategori bola pool (bola 8, 9, 10, dan 15), baik sektor putra maupun putri, termasuk nomor ganda (double).

“Kalau untuk atlet putranya turun semua, begitu juga atlet putrinya turun semua. Semua turun. Kalau untuk putra tidak ada pemain dari luar, semua asli Tarakan. Putrinya juga semua asli Tarakan,” tegas Akbar sapaan akrabnya.

Ia menambahkan, beberapa atlet potensial asli kelahiran Tarakan yang tengah mengenyam pendidikan di luar daerah, seperti Balikpapan dan Samarinda, juga ditarik kembali untuk memperkuat kontingen daerah asal.

Baca Juga :  Laga Tandang Timnas Indonesia Melawan Yordania Terancam Batal

Meski memasang target tinggi, Akbar tidak memungkiri adanya sejumlah tantangan yang dihadapi timnya. Dari total 16 hingga 17 personel rombongan yang bakal diboyong ke Malinau, KONI Kota Tarakan hanya membiayai 9 orang (6 atlet, 1 manajer, 1 pelatih, dan 1 pemuda official). Akibatnya, POBSI Tarakan harus memberangkatkan sisa atlet dan melakoni Pemusatan Latihan (TC) secara mandiri akibat efisiensi anggaran.

Selain masalah pembiayaan, POBSI Tarakan juga belum bisa turun di nomor tanding biliar jenis carom dan snooker lantaran keterbatasan sarana dan prasarana latihan di daerah.

“Kami tidak menurunkan di nomor carom maupun snooker karena kami tidak mempunyai mejanya, bahkan minimal stiknya pun tidak punya. Jadi kendala kita di situ, akhirnya kita fokus di bola pool,” jelasnya.

Baca Juga :  Ronaldo Kalahkan Messi dalam Pemilihan Ballon d'Or of All Time

Sesuai jadwal, Akbar beserta jajaran pengurus akan bertolak ke Kabupaten Malinau pada 9 November 2026 untuk menghadiri technical meeting dan delegation meeting ketua pengcab POBSI se-Kaltara pada 10 November. Sementara rombongan atlet dijadwalkan menyulul pada 10 November sebelum pertandingan resmi dimulai pada 11 hingga 16 November 2026.

Dirinya berharap keterbatasan anggaran tidak menyurutkan semangat para atlet untuk mengharumkan nama Kota Tarakan. Ia juga menaruh harapan besar kepada Pemerintah Kota Tarakan agar dapat memberikan perhatian lebih kepada cabang olahraga biliar pasca-Porprov II Kaltara.

“Mudah-mudahan dengan kesiapan dan kesanggupan kita, mohon doa restunya bisa menjadi juara umum. Mohon berikutnya POBSI diperhatikan, karena POBSI ini potensinya sangat tinggi untuk mencapai emas,” pungkasnya. (*)

Reporter/Editor: Endah Agustina