Kawal Pelaksanaan TKA, SMAN 1 Tarakan Berharap Siswa Raih Nilai Terbaik

TARAKAN – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun pelajaran 2026/2027 di SMA Negeri 1 Tarakan berlangsung dengan pemantauan pihak sekolah untuk memastikan seluruh rangkaian ujian berjalan lancar. Setelah menyelesaikan gelombang pertama pada 26–29 Oktober 2026, sekolah melanjutkan pelaksanaan gelombang kedua pada 2–5 November 2026 dengan harapan seluruh siswa dapat mengikuti ujian hingga hari terakhir tanpa kendala berarti.

Kepala SMAN 1 Tarakan, Jasmin, S.Pd., mengungkapkan kendala sempat terjadi pada sesi pertama pelaksanaan TKA gelombang pertama. Namun, permasalahan tersebut telah diselesaikan pada Jumat, 30 Oktober 2026, sehingga tidak lagi mengganggu pelaksanaan ujian berikutnya.

“Sebelumnya di gelombang satu memang ada kendala, tapi sudah kita selesaikan pada tanggal 30 hari Jumat itu. Yang sempat ada permasalahan di sesi yang pertama itu, tapi sudah selesai, sudah aman semua,” ungkapnya, Senin (2/11/2026).

Setelah kendala pada gelombang pertama diselesaikan, pihak sekolah melanjutkan pelaksanaan TKA sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Jasmin menyebut, pelaksanaan gelombang kedua dimulai pada Senin, 2 November 2026, dan dijadwalkan berlangsung hingga Kamis, 5 November 2026. Selama periode tersebut, pihak sekolah terus memantau jalannya ujian untuk memastikan seluruh kegiatan terlaksana dengan baik.

“Dan ini sudah kita masuk gelombang kedua, mulai hari ini tanggal 2 sampai tanggal 5. Kita kawal terus ya, pelaksanaan ini,” jelasnya.

Menurut Jasmin, hingga hari pertama pelaksanaan gelombang kedua, belum terdapat kendala berarti yang menghambat jalannya TKA. Ia menilai pelaksanaan sementara berlangsung sesuai harapan, sehingga pihak sekolah berharap kondisi tersebut dapat dipertahankan sampai seluruh rangkaian ujian selesai.

Baca Juga :  Tahun 2026, Nunukan Terima 50 Pelajar Repatriasi dari Malaysia

“Untuk sementara tidak ada kendala yang berarti. Semua berjalan dengan baik, lancar, sesuai dengan harapan kita semua,” bebernya.

Selain memastikan kelancaran teknis pelaksanaan, Jasmin juga menaruh perhatian pada kondisi siswa selama mengikuti ujian. Ia berharap para peserta tetap sehat dan memiliki semangat untuk menyelesaikan setiap tahapan TKA, mengingat pelaksanaan berlangsung selama beberapa hari dengan mata pelajaran yang berbeda.

“Mudah-mudahan anak-anak juga tetap sehat, tetap semangat mengikuti semua kegiatan TKA dari awal sampai terakhir,” tuturnya.

Berdasarkan jadwal pelaksanaan yang ditetapkan sekolah, peserta TKA gelombang kedua mengikuti sejumlah mata pelajaran dan instrumen penilaian selama empat hari. Pada Senin, 2 November 2026, ujian meliputi Bahasa Indonesia dan Survei Karakter. Pelaksanaan dibagi menjadi tiga sesi, yakni pukul 08.00–09.45 WITA, 10.30–12.15 WITA, dan 13.00–14.45 WITA.

Selanjutnya, pada Selasa, 3 November 2026, peserta mengikuti Bahasa Inggris dan Sulingjar. Ujian dilaksanakan dalam tiga sesi, masing-masing pukul 08.00–09.45 WITA, 10.30–12.15 WITA, serta 13.00–14.45 WITA.

Pada Rabu, 4 November 2026, materi yang diujikan adalah Matematika dan Numerasi Dasar. Sesi pertama berlangsung pukul 08.00–09.20 WITA, sesi kedua pukul 10.05–11.25 WITA, dan sesi ketiga pukul 12.10–13.30 WITA.

Sementara itu, pada Kamis, 5 November 2026, pelaksanaan TKA dijadwalkan memasuki hari terakhir dengan mata pelajaran pilihan pertama dan mata pelajaran pilihan kedua. Sesi pertama berlangsung pukul 08.00–10.05 WITA, sesi kedua pukul 10.35–12.40 WITA, dan sesi ketiga pukul 13.10–15.15 WITA.

Baca Juga :  Tiga Sekolah di Nunukan Terima Bantuan Revitalisasi dari Pusat

Lebih lanjut, Jasmin berharap pelaksanaan TKA dapat memberikan hasil terbaik bagi seluruh siswa. Menurutnya, hasil yang diperoleh tidak hanya bermanfaat bagi siswa dalam melihat capaian akademik mereka, tetapi juga diharapkan memberikan dampak positif bagi sekolah.

“Harapannya, semoga anak-anak bisa mendapatkan nilai terbaik karena dengan nilai yang baik juga tentu saja akan sangat bermanfaat bagi mereka ke depannya,” ucapnya.

Ia juga menilai hasil TKA diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap kualitas sekolah, termasuk dalam kaitannya dengan akreditasi. Karena itu, ia berharap siswa dapat mengikuti seluruh tahapan ujian dengan sungguh-sungguh agar hasil yang diperoleh sesuai dengan harapan.

“Selain itu, juga akan berdampak pada akreditasi sekolah. Semoga dari TKA ini bisa membawa kebermanfaatan dan menambah ilmu dan kompetensi serta keterampilan anak-anak kami,” tukasnya.

Sementara itu, Sekretaris TKA SMAN 1 Tarakan, Winny, J.A. Sondakh, S.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan TKA mengacu pada prosedur dan tata tertib yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Menurutnya, sekolah menjalankan ketentuan tersebut sebagai pedoman dalam menyelenggarakan ujian, bukan menyusun aturan secara mandiri.

“Untuk pelaksanaan, kami mengikuti prosedur yang sudah ditentukan dari pusat karena memang prosedur dan tata tertib semua itu dari pusat, jadi bukan kami yang buat langsung,” bebernya.

Baca Juga :  249 Karya Guru Dikurasi, Tiga Guru Kaltara Tampil di Gelar Karya Inovasi

Dalam aspek pengawasan, pelaksanaan TKA menerapkan skema silang dengan melibatkan guru dari sekolah lain di Kota Tarakan. Pengawas tidak hanya berasal dari SMAN 1 Tarakan, tetapi juga melibatkan tenaga pendidik dari sekolah lain, di antaranya seperti SMA Tunas Kasih, SMA Negeri 2 Tarakan dan lain-lain. Skema ini diterapkan sebagai bagian dari mekanisme pengawasan selama ujian berlangsung.

“Pengawas-pengawas TKA ini berasal dari skema silang, artinya bukan dari sekolah kami, tapi guru-guru dari sekolah lain yang ada di Kota Tarakan, seperti SMA Tunas Kasih, SMA Negeri 2 Tarakan, dan lain-lain,” paparnya.

Winny menambahkan, para pengawas juga menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab selama pelaksanaan TKA. Dengan demikian, pengawasan dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang berlaku dan tanggung jawab yang telah disepakati.

“Dan juga untuk para pengawas ini menandatangani pakta integritas sebagai legal dan bertanggung jawab,” imbuhnya.

SMAN 1 Tarakan menjadi salah satu dari sedikit sekolah di Kota Tarakan yang melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dalam dua gelombang. Pembagian tersebut mempertimbangkan banyaknya siswa yang mengikuti ujian sehingga pelaksanaannya dapat diatur sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“SMA 1 ini salah satu sekolah yang melaksanakan TKA sebanyak dua gelombang, karena banyak anak-anak kita yang berpartisipasi. Kalau di Tarakan itu cuma ada beberapa sekolah yang melaksanakan dua gelombang,” pungkasnya. (adv)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli