NUNUKAN – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) gelombang pertama di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, berjalan lancar. Kesiapan satuan pendidikan, ketersediaan fasilitas komputer, serta dukungan jaringan internet menjadi faktor penting dalam menunjang kelancaran pelaksanaan asesmen tersebut, termasuk bagi sekolah-sekolah yang berada di wilayah terpencil dan perbatasan.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Utara Wilayah Kabupaten Nunukan, Mahfuz, mengatakan secara umum pelaksanaan TKA gelombang pertama berlangsung dengan baik.
Berbagai fasilitas yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan tes secara daring telah dipersiapkan oleh satuan pendidikan.
“Pelaksanaan TKA gelombang pertama di Kabupaten Nunukan secara umum berjalan lancar. Kesiapan sarana dan prasarana, terutama komputer dan jaringan internet, sudah mendukung pelaksanaan tes, termasuk bagi sekolah-sekolah yang berada di wilayah terpencil dan perbatasan,” ujar Mahfuz.
Ia menjelaskan, pelaksanaan TKA dilakukan secara daring atau online dengan menggunakan perangkat komputer. Oleh karena itu, kesiapan perangkat teknologi informasi dan konektivitas internet menjadi kebutuhan utama agar proses pengerjaan soal dapat berlangsung sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan.
“Alhamdulillah, fasilitas komputer dan jaringan internet untuk pelaksanaan TKA di Kabupaten Nunukan dapat terpenuhi dengan baik, termasuk di sekolah-sekolah yang berada di wilayah tiga atau daerah terpencil. Kami berharap kondisi ini terus terjaga sehingga seluruh peserta didik dapat mengikuti tes dengan lancar tanpa kendala teknis yang berarti,” katanya.
Menurut Mahfuz, kesiapan tersebut menjadi hal penting mengingat Kabupaten Nunukan memiliki karakteristik geografis yang cukup luas, dengan sejumlah wilayah yang aksesnya relatif terbatas. Kondisi itu membutuhkan perhatian khusus dalam memastikan pelaksanaan kegiatan pendidikan berjalan optimal dan seluruh peserta didik memperoleh kesempatan yang sama.
Ketersediaan fasilitas komputer dan jaringan internet di sekolah menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pelaksanaan asesmen berbasis teknologi. Dengan fasilitas yang memadai, peserta didik di wilayah perkotaan maupun daerah terpencil diharapkan dapat mengikuti TKA dengan baik.
Selain kesiapan infrastruktur, koordinasi antara pihak sekolah dan seluruh unsur yang terlibat juga berperan penting dalam memastikan pelaksanaan tes berlangsung tertib. Persiapan teknis yang dilakukan sejak awal diharapkan mampu meminimalkan potensi kendala selama kegiatan berlangsung.
Sementara itu, pelaksanaan TKA gelombang kedua dijadwalkan mulai Senin, 2 November 2026. Setelah gelombang pertama berjalan lancar, kesiapan sekolah dan peserta didik kembali menjadi perhatian untuk memastikan pelaksanaan gelombang berikutnya berlangsung optimal.
Mahfuz berharap seluruh satuan pendidikan dapat mempertahankan kesiapan yang telah dilakukan, baik dari sisi fasilitas maupun teknis pelaksanaan.
“Untuk pelaksanaan TKA gelombang kedua yang dijadwalkan mulai 2 November mendatang, kami berharap seluruh sekolah dapat mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, baik dari sisi kesiapan peserta didik, perangkat komputer, jaringan internet, maupun aspek teknis lainnya. Dengan persiapan yang matang dan kerja sama semua pihak, kami optimistis pelaksanaan TKA dapat berjalan lancar,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Mahfuz menjelaskan bahwa Tes Kemampuan Akademik merupakan salah satu instrumen evaluasi untuk memperoleh gambaran mengenai capaian kemampuan akademik peserta didik.
Hasil TKA diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih terukur mengenai penguasaan kompetensi akademik siswa sesuai dengan jenjang pendidikan dan mata pelajaran yang diujikan. Menurutnya, hasil TKA dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan evaluasi untuk melihat capaian pembelajaran sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di satuan pendidikan.
“Melalui TKA ini, kita berharap dapat memperoleh gambaran yang lebih objektif mengenai kemampuan akademik peserta didik. Hasilnya dapat menjadi salah satu bahan evaluasi bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, sekaligus mendorong peserta didik agar lebih termotivasi dalam belajar,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan TKA bukan semata-mata tentang mengerjakan soal, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperoleh informasi mengenai kemampuan akademik peserta didik. Karena itu, persiapan yang baik dari pihak sekolah, guru, dan siswa sangat diperlukan agar tujuan pelaksanaan asesmen dapat tercapai.
TKA juga diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi satuan pendidikan dalam mengidentifikasi capaian pembelajaran siswa.
Dengan demikian, hasil evaluasi dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menyusun langkah perbaikan dan pengembangan pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik.
Bagi Kabupaten Nunukan yang memiliki wilayah perbatasan dan daerah terpencil, kelancaran pelaksanaan TKA menjadi bagian penting dalam mendukung pemerataan layanan pendidikan. Ketersediaan fasilitas yang memadai diharapkan dapat memastikan peserta didik di berbagai wilayah memiliki kesempatan yang setara untuk mengikuti asesmen.
Dengan terlaksananya TKA gelombang pertama secara lancar dan dukungan sarana serta prasarana yang memadai, pelaksanaan gelombang kedua pada 2 November mendatang diharapkan dapat berjalan optimal.
“Sinergi antara sekolah, tenaga pendidik, peserta didik, dan seluruh pihak terkait menjadi kunci dalam mendukung kelancaran pelaksanaan TKA di Kabupaten Nunukan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina








