Digitalisasi Sekolah Bukan Sekadar Urusan Perangkat, Pendukung Proses Belajar Mengajar

TARAKAN – Pemanfaatan teknologi di sekolah belum cukup jika hanya berfokus pada penyediaan perangkat digital tanpa diikuti peningkatan kualitas pembelajaran. Teknologi perlu dimanfaatkan untuk mendorong keterlibatan peserta didik, memperkuat kreativitas guru, dan menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Hal tersebut menjadi salah satu penekanan dalam webinar Gelar Karya Inovasi Pejuang Digital Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Selasa (27/10/2026).

Kepala UPTD Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (TIKP) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara, Khairunisa Maharani, S.Pd., mengungkapkan transformasi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Namun, tantangan yang dihadapi saat ini bukan hanya menghadirkan teknologi di sekolah, melainkan memastikan penggunaannya benar-benar mendukung proses belajar mengajar.

“Tantangan kita hari ini bukan sekadar bagaimana menghadirkan perangkat teknologi di sekolah, melainkan bagaimana pembelajaran teknologi tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi proses pembelajaran,” ungkapnya, Selasa (27/10/2026).

Menurut Khairunisa, guru tetap memegang peran utama dalam proses pendidikan, sedangkan teknologi berfungsi memperkuat kreativitas dan memperluas akses terhadap sumber belajar. Pemanfaatan teknologi juga harus membuka lebih banyak kesempatan bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan mereka.

“Guru tetap menjadi tokoh utama dalam proses pendidikan. Sementara teknologi hadir untuk memperkuat kreativitas, memperluas akses terhadap sumber belajar, dan membuka lebih banyak peluang bagi peserta didik untuk berkembang,” jelasnya.

Dalam mendukung pembelajaran digital, ia menyoroti pemanfaatan Rumah Pendidikan dan Papan Interaktif Digital (PID). Kedua sarana tersebut dapat membantu guru mengembangkan metode pembelajaran yang lebih partisipatif dan inovatif sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Baca Juga :  Gelar Karya Inovasi Dorong Guru Kaltara Perluas Pembelajaran Digital

“Pemanfaatan Rumah Pendidikan dan Papan Interaktif Digital atau PID menjadi penting. Keduanya dapat mendukung guru dalam mengembangkan pembelajaran lebih partisipatif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik kita,” tuturnya.

Meski demikian, Khairunisa mengingatkan bahwa keberhasilan digitalisasi pendidikan tidak bisa hanya diukur berdasarkan jumlah perangkat yang tersedia atau aplikasi yang digunakan di sekolah. Hal yang lebih penting ialah perubahan kualitas pembelajaran, peningkatan keterlibatan peserta didik, serta terciptanya pengalaman belajar yang lebih baik.

“Keberhasilan itu sesungguhnya terlihat dari perubahan kualitas pembelajaran, meningkatnya keterlibatan peserta didik, serta tumbuhnya pengalaman belajar yang lebih baik,” bebernya.

Ia menjelaskan, webinar Gelar Karya Inovasi Pejuang Digital tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan hasil karya guru, tetapi juga wadah berbagi pengalaman dan belajar bersama. Melalui kegiatan tersebut, praktik baik yang telah dikembangkan para guru diharapkan dapat menjangkau lebih banyak satuan pendidikan, sehingga manfaatnya tidak terbatas pada sekolah tempat inovasi itu pertama kali diterapkan.

“Praktik baik yang telah dikembangkan oleh guru pejuang digital tidak berhenti pada satu guru atau satuan pendidikan saja. Praktik terbaik tersebut perlu disebarluaskan, dipelajari, kemudian disesuaikan, direplikasi oleh guru-guru lainnya sesuai dengan kondisi serta kebutuhan sekolah masing-masing,” paparnya.

Baca Juga :  Kolaborasi Pusat-Daerah Jadi Penentu Keberlanjutan Digitalisasi Pendidikan di Kaltara

Khairunisa juga menekankan, inovasi pembelajaran tidak harus dimulai dari gagasan besar atau penggunaan teknologi yang rumit. Guru dapat memulainya dengan mengidentifikasi persoalan sederhana di kelas, kemudian mencari solusi melalui kreativitas, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi secara tepat. Menurutnya, pendekatan tersebut dapat membuat inovasi lebih dekat dengan kebutuhan nyata dalam kegiatan belajar mengajar.

“Inovasi dapat juga dimulai dari persoalan yang sederhana yang kita temui di kelas, kemudian kita cari solusinya melalui kreativitas, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi secara tepat,” imbuhnya.

Karena itu, ia mengajak guru di Kaltara untuk berani mencoba pendekatan baru, tidak ragu membagikan pengalaman, dan terus meningkatkan kemampuan. Penguasaan teknologi yang belum maksimal, menurutnya, tidak seharusnya menjadi alasan untuk menunda inovasi selama guru memiliki kemauan memperbaiki pembelajaran.

“Tidak perlu menunggu menjadi ahli teknologi untuk memulai berinovasi. Yang terpenting adalah kemauan untuk terus memperbaiki pembelajaran dan memberikan pengalaman yang terbaik bagi peserta didik,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Khairunisa turut menyampaikan apresiasi kepada tiga Guru Pejuang Digital Kaltara yang akan mempresentasikan karya dan praktik baik pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Ketiganya ialah Eri Afrizal, M.Pd., dari SMAN 1 Bunyu; Mastan, S.Pd., dari SMK Kesehatan Tarakan; dan Adiatman, S.Pd., dari SMAN 1 Sebatik. Ia berharap pengalaman yang dibagikan ketiga guru tersebut dapat menjadi inspirasi bagi pendidik lain untuk mengembangkan inovasi di lingkungan sekolah masing-masing.

Baca Juga :  Gelar Karya Inovasi Dorong Guru Kaltara Perluas Pembelajaran Digital

“Semoga karya dan pengalaman yang akan disampaikan hari ini dapat menginspirasi lebih banyak guru menjadi penggerak transformasi digital pendidikan di sekolah masing-masing,” ucapnya.

Untuk mendukung keberlanjutan transformasi digital, UPTD TIKP Disdikbud Kaltara berkomitmen memperkuat pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di sektor pendidikan. Dukungan tersebut dilakukan melalui penguatan kapasitas pendidik, pendampingan, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Khairunisa menilai sinergi lintas sektor diperlukan agar pemanfaatan teknologi tidak berhenti pada pelaksanaan program tertentu, tetapi terus berkembang sesuai kebutuhan sekolah.

“Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan komunitas guru menjadi kunci agar transformasi digital dapat berjalan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan komunitas guru mampu membangun ekosistem pembelajaran digital yang tidak hanya unggul dalam pemanfaatan teknologi, tetapi juga memperhatikan kualitas pendidikan, pembentukan karakter, kreativitas, dan pemerataan kesempatan belajar. Dengan demikian, kemajuan teknologi dapat berjalan seiring dengan peningkatan mutu pendidikan di seluruh wilayah Kaltara.

“Mari kita bangun ekosistem pembelajaran digital di Kalimantan Utara yang tidak hanya maju dengan penggunaan teknologi, tetapi juga kuat dalam kualitas, karakter, kreativitas, dan pemerataan kesempatan belajar,” tandasnya. (adv)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli