BERAU — Bupati Berau Sri Juniarsih Mas turun tangan langsung ke lapangan untuk menemui massa dan warga yang memprotes persoalan pemadaman listrik. Sri Juniarsih memberikan penjelasan terbuka sekaligus meredakan ketegangan di tengah kerumunan warga.
Di hadapan warga, Sri Juniarsih menjelaskan gangguan kelistrikan saat ini disebabkan oleh jaringan interkoneksi di wilayah Tarisayan yang tertimpa pohon bengeris. Ia memastikan pihak terkait tengah berupaya keras melakukan perbaikan serta memaksimalkan mesin yang ada di Tanjung Redeb dan Teluk Bayur.
“Ini musibah kita semuanya, pohon bengeris, dan saat ini mereka sedang berupaya untuk memperbaiki,” ujar Sri Juniarsih, Selasa (27/10/2026).
Sri Juniarsih juga menepis anggapan bahwa dirinya berdiam diri menghadapi krisis listrik ini. Ia mengaku terus memantau situasi dan aktif berkoordinasi dengan pihak PLN hingga larut malam demi mempercepat pemulihan aliran listrik bagi masyarakat.
“Jangan kira saya tidur lebih awal, saya belum tidur, saya baru teleponan dengan PLN,” tegasnya.
Suasana sempat diwarnai dialog interaktif ketika perwakilan warga menyampaikan keluh kesah terkait minimnya sosialisasi atau pemberitahuan awal sebelum pemadaman terjadi.
Menanggapi respons warga yang emosional, Sri Juniarsih meminta agar masyarakat tetap tenang dan menyampaikan aspirasi dengan tertib.
“Tapi kalau semuanya berteriak kepada saya seolah-olah marah sama saya, saya ini perempuan, bukan bapak-bapak yang biasa berantem,” ungkap Sri Juniarsih sambil menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Melalui dialog tersebut, Bupati Berau berharap masyarakat dapat bersabar dan memberikan ruang kepada PLN untuk merampungkan perbaikan secepatnya agar fasilitas listrik warga bisa kembali normal seperti sediakala. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina








