BERAU – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, melontarkan ultimatum tegas kepada pihak PLN terkait maraknya gangguan kelistrikan yang kerap dikeluhkan warga, khususnya menjelang bulan suci Ramadan.
Ia dengan tegas meminta agar tidak ada lagi stigma atau alasan klise yang mengaitkan pemadaman listrik dengan datangnya bulan puasa.
“Jangan ada lagi yang bilang, kalau mati lampu tandanya bulan Ramadan. Jangan ada kata-kata begitu, karena itu juga doa,” ujar Sri Juniarsih saat memberikan keterangan pers di Berau, Rabu (28/10/2026).
Sri Juniarsih mendesak pihak PLN untuk segera mengambil langkah taktis dalam jangka pendek demi meminimalisasi durasi dan frekuensi pemadaman, sembari menanti proyek interkoneksi jaringan listrik rampung sepenuhnya.
Pihaknya meminta agar perbaikan infrastruktur pembangkit, seperti PLTU dan PLTS, di berbagai wilayah seperti Teluk Bayur, Lati, dan Sambaliung digenjot secepat mungkin. Tak hanya soal perbaikan layanan, Bupati perempuan pertama di Berau itu juga memastikan adanya hak-hak masyarakat yang harus dipenuhi akibat gangguan listrik yang merugikan.
Ia menegaskan kompensasi dari pihak PLN nantinya tidak akan diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan dikonversikan langsung ke dalam bentuk pemakaian listrik (kWh) pelanggan. Besaran kompensasi tersebut bervariasi, mulai dari 10 persen, 15 persen, hingga 20 persen, yang disesuaikan berdasarkan regulasi dan ketentuan yang berlaku.
Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama pelaku usaha kelas menengah ke bawah seperti UMKM, ojek online, hingga penyedia jasa lainnya yang sangat bergantung pada pasokan listrik stabil.
Terkait progres jangka panjang, Pemkab Berau terus memantau proses interkoneksi jaringan listrik yang ditargetkan dapat tersambung secara menyeluruh.
Di sisi lain, Pemkab juga mengimbau perusahaan-perusahaan swasta yang beroperasi di Berau untuk turut serta mengalirkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) guna membantu penyediaan fasilitas listrik di titik-titik publik, seperti ruang terbuka hijau.
“Kami berupaya bersama-sama agar sebelum Ramadan, semua perbaikan kelistrikan ini sudah bisa dirasakan oleh masyarakat, terutama bagi warga di level menengah ke bawah,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina








