TANJUNG SELOR – Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) daerah pemilihan Kalimantan Utara (Kaltara), Hj. Rahmawati, S.H., mendorong generasi muda mengembangkan kreativitas melalui sektor ekonomi kreatif (ekraf).
Fotografi menjadi salah satu bidang yang diperkenalkan karena berpotensi membuka peluang usaha sekaligus menjadi sarana mendokumentasikan kondisi masyarakat dan mengawal kebijakan publik.
Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan Bincang Kreatif bertajuk Dari Lensa ke Lembaran: Kekuatan Fotografi dalam Mengawal Kebijakan Publik di Desa/Kelurahan Kreatif yang digelar di Tanjung Selor, Selasa (27/10/2026).
Rahmawati menjelaskan, sosialisasi ekonomi kreatif menyasar kalangan anak muda, termasuk anggota Karang Taruna dan organisasi kepemudaan. Kelompok ini dinilai memiliki potensi untuk menghasilkan inovasi serta mengembangkan keterampilan menjadi kegiatan produktif.
“Pesertanya dari anak-anak muda yang ada di sini, semua. Dari Karang Taruna, dari organisasi anak-anak muda,” ujarnya.
Menurutnya, anak muda perlu mendapatkan ruang untuk mengembangkan kemampuan sesuai minat masing-masing. Bidang ekonomi kreatif dinilai menawarkan beragam pilihan, mulai dari seni lukis, produksi video, hingga fotografi.
“Yang kami kejar, yang kami targetkan adalah anak-anak muda yang sebagai pelaku ekonomi kreatif, karena mereka pasti punya inovasi, kreativitas, terus kemudian bisa istilahnya menciptakan lapangan pekerjaan dengan cara-cara mereka,” ungkapnya.
Ia menilai, keterampilan yang dikembangkan secara serius dapat menjadi modal bagi generasi muda untuk membangun usaha mandiri. Karena itu, sosialisasi tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan peluang ekonomi kreatif kepada calon pelaku usaha di daerah.
Tema fotografi dalam kegiatan tersebut juga mengangkat peran dokumentasi visual dalam mengawal kebijakan publik di desa dan kelurahan. Melalui foto, kondisi lingkungan, aktivitas masyarakat, hingga perkembangan pembangunan dapat direkam dan disampaikan kepada publik.
Dokumentasi visual yang disertai informasi dan konteks yang jelas dapat membantu masyarakat memperlihatkan persoalan di lapangan. Dengan demikian, fotografi tidak hanya berfungsi sebagai karya seni atau jasa komersial, tetapi juga berpotensi menjadi sarana komunikasi antara masyarakat dan pemangku kebijakan.
Rahmawati menyebutkan, kegiatan sosialisasi ekonomi kreatif dilaksanakan dengan materi berbeda sesuai bidang yang dibahas. Setelah kegiatan di Tanjung Selor, pihaknya juga dijadwalkan melanjutkan sosialisasi di Kota Tarakan dengan menghadirkan narasumber dari daerah dan pihak yang bergerak di sektor ekonomi kreatif.
“Kegiatan ini kami adakan sosialisasi dari ekonomi kreatif. Adapun masing-masing divisi setiap hari itu berbeda. Nanti setelah ini kami ke Tarakan untuk mengadakan sosialisasi ekonomi kreatif dari kementerian,” jelasnya.
Pengembangan ekonomi kreatif diharapkan dapat mendorong anak muda Kaltara tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga melihat potensi keterampilan sebagai peluang ekonomi. Di sisi lain, pemanfaatan fotografi untuk kepentingan publik membutuhkan dokumentasi yang informatif agar kondisi masyarakat dapat tergambarkan secara akurat. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Endah Agustina








